Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, Polres Tulungagung bersama anggota TNI menggelar waktu sahur dengan cara menabuh kentongan keliling kampung. Kegiatan ini, salah satu bukti aparat memiliki kepedulian keagamaan sekaligus mempertahankan tradisi kentongan yang mulai ditinggalkan.

Ronda sahur keliling ini, dipimpin Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar bersama Dandim 08-07 Letkol Wildan Bahtiar. Layaknya kegiatan ronda sahur di masa lalu, para personel TNI dan Polri yang masih berseragam dinas ini membawa peralatan musik tradisional, berupa kentongan dan jerigen plastik bekas.

Sambil berjalan kaki keliling Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu, mereka memukul kentongan dan jerigen sambil bersahut-sahutan meneriakkan ajakan sahur pada warga. Tak pelak, ronda sahur yang dilakukan aparat keamanan ini mendapat simpati warga. Sebagian warga yang hendak makan sahur menyempatkan diri keluar rumah untuk sekedar menyaksikan ronda sahur tersebut.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, mengatakan, kegiatan ronda sahur ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi antara aparat keamanan dengan masyarakat. Sehingga secara bersama-sama mampu menciptakan suasana lingkungan yang kondusif. Usai ronda berkeliling kampung, kegiatan bertajuk sahur on the spot ini ditutup dengan makan sahur bareng bersama puluhan santri Pondok Pesantren Mia Moyoketen.

Rencananya kegiatan ronda sahur seperti ini, akan kembali digelar Polres Tulungagung di sejumlah lokasi yang berbeda. (khoirul/stv)