Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Izin prinsip investasi yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Prov Jawa Timur/Jatim sebesar Rp 248 trilyun atau sekitar US $ 18 juta. investasi tersebut  belum terwujud. Apalagi terjadi kasus terorisme. Demi mempertimbangkan arti penting investasi bagi kesejahteraan masyarakat, pihaknya akan mengundang para pengusaha termasuk Konjen AS di Surabaya untuk bertemu dalam waktu dekat.

Hal itu dikemukakan Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, saat menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya  Kamis (24/5) lalu. Jatim, kata Pakde Karwo, menjadi hubungan 16 provinsi lainnya. Kondisi tidak stabil provinsi ini, akan mempengaruhi 16 provinsi lainnya. Sebab, beragam produk bahan pokok dan komoditi lainnya dihasilkan dan dipasok Jatim untuk ke 16 provinsi tersebut. Diantaranya, telur ayam, daging, beras, dsb-nya.

Sementara itu, Konjen AS Heather Variava, menyampaikan, rasa dukacita kepada Gubernur Jatim atas terjadinya tindakan terorisme yang menimbulkan korban luka dan jiwa beberapa waktu. Atas dasar pengalaman tinggal selama tiga tahun di Surabaya, ia menilai, pemikiran teroris bukanlah pemikiran mainstream masyarakat Jatim yang damai dan toleran.

Keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki Jatim, diyakini akan menjadikan provinsi yang memiliki 38 kab/kota ini menjadi lebih kuat. “Saya juga mengapresiasi tindakan Pak Gubernur saat terorisme terjadi.

Bapak Gubernur hadir di semua lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada korban dan semangat kepada kepolisian,” kata Heather Variava, yang sekaligus berpamitan menjadi Konjen AS di Surabaya  karena menempati jabatan  baru sebagai wakil Dubes AS di Jakarta. (bw)