Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dual track pendidikan merupakan strategi  pembangunan Sumber Daya Manusia/SDM yang berdaya saing dengan memberikan vokasional atau keahlian kepada siswa. Termasuk siswa SMA dan MA. “ Salah satu caranya, guru ekstrakurikuler mengajak  murid-muridnya datang ke pasar atau ke mall, untuk melihat barang apa yang paling laris atau laku dijual disana. Kemudian, murid diminta untuk meniru produk barang yang paling  laku tersebut, tapi dengan syarat harus lebih bagus kualitasnya dan harganyapun jauh lebih murah,” kata  Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, Rabu (23/5) kemarin.

Pakde menambahkan, dengan cara seperti itu SDM anak- anak muda Jatim  bisa  memiliki jiwa entrepreneur dan memiliki daya saing kedepannya. Agar strategi dual track pendidikan berhasil, Pemprov Jatim yang secara teknis ditangani Dinas Pendidikan Jatim  menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti universitas dan TNI/Polri.

Kerjasama dengan Universitas, kata dia,  dimaksudkan untuk memberikan pembinaan atau pelatihan kualitas produk. Sementara itu, kerjasama dengan TNI/POLRI, diharapkan bisa memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, moral dan etika, serta kecintaan terhadap tanah air/NKRI atau lebih dikenal sebagai pembentukan karakter.

Pendekatan formal dan non formal juga dilakukan. Misalnya, strategi link and macth bekerjasama dengan 14 perusahaan dari Jerman dan Samsung  di 40 SMK dan SMA, serta SMK berfilial dengan PTN. Saat ini,  Universitas Brawijaya telah membangun inkubator di Kediri dengan luas lahan 4,5 Hektar. Semua ini disiapkan agar perguruan tinggi dapat memberikan pembinaan sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada siswa SMK.

Ia berharapkan jajaran SMA untuk terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai gambaran,  jumlah SMA swasta di Jatim saat ini sebanyak  1.109 buah, dengan yang memperoleh akreditasi A sebanyak 294 ( 2,5 %), B sebanyak 438 (39,4%), akreditasi C sebanyak 91 ( 2,1 %), dan yang belum ter-akreditasi sebanyak 287 SMA ( 26 %).

“Untuk itu, saya minta setiap Bakorwil ada SMA yang telah menjalin kerjasama  baik dengan TNI/Polri atau Universitas. Sebagai Contoh, SMA di Bakorwil Malang telah bekerjasama dengan TNI AL dan di Madiun dengan TNI AU dan Jatim dengan Akmil,” pinta Pakde Karwo.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Prov. Jatim, Dr. Saiful Rachman MM,MPd menyampaikan rakor kepala sekolah SMA swasta se-Jatim 2018 ini diikuti 630 orang peserta, yang kesemuanya adalah para kepala sekolah SMA swasta. Tujuan rakor a.l menyusun SOP masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SMA  di Jatim, menyusun SOP kerjasama SMA dalam meningkatkan mutu dan kualitasnya, serta finalisasi standard pendidikan minimal (SPM) SMA Jatim, yang saat ibi sebagai satu-satu provinsi di Indonesia yang telah menyusun SPM. (bw)