Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur (Jatim) mengembangkan destinasi wisata baru. Hal itu dilakukan untuk mendorong masuknya wisawatan. Baik domestik maupun mancanegara. Upaya pengembangan ini, salah satunya dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang di dalamnya terdapat kawasan wisata baru. “Ini sedang kami usulkan pembangunan KEK di kawasan Singosari Kab Malang seluas 200 hektar dekat Candi Berawan. Nanti, bisa jadi alternatif wisata baru bila mau ke kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) dari Surabaya bisa melalui jalur ini,” kata Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Destination Development dengan tema “Development of Tourism in East Java Preparing for Welcome to The Presence of One Million Foreign Tourist Arrival in 2025” di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (14/5) lalu.

Upaya penambahan destinasi wisata ini, kata Pakde, untuk mendukung langkah PT Angkasa Pura I (Persero) yang berupaya meningkatkan jumlah penerbangan ke Surabaya. Tak hanya itu, ia juga mengusulkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) agar bandara di Malang dan Banyuwangi dikembangkan menjadi bandara internasional. Salah satunya dengan pengembangan runway. Sehingga bisa dilewati pesawat besar. Juga, pengembangan bandara di Bawean, Sumenep dan Jember.

Selain mengembangkan bandara, lanjut Pakde Karwo, pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur untuk menunjang destinasi wisata, salah satunya pembangunan jalan tol dari Surabaya-Malang. Apalagi, setiap akhir pekan jalur Surabaya-Malang sering mengalami kemacetan parah. “Infrastruktur kita sampai sekarang belum bagus. Surabaya-Malang kalau akhir pekan bisa enam jam. Nanti kalau tol sudah selesai semua sampai Probolinggo, ke Bromo bisa 2,5 jam dari Surabaya,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Menurut dia, kondisi pariwisata di Jatim terus menunjukkan angka yang baik. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim tahun 2017 sebanyak 625.729 orang, tumbuh 1,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 618.615 orang. Sedangkan daerah tujuan wisata favorit yang sering dikunjungi wisman diantaranya adalah kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Terkait FGD ini, Pakde Karwo sangat mengapresiasi. Kegiatan ini menjadi kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata terutama di Jatim. Ia berharap, melalui pertemuan ini lahir gagasan dan kebijakan yang baik bagi sektor pariwisata Jatim.

Pendukung Pariwisata

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devi Suradji, mengatakan, tiga faktor yang mendukung pariwisata adalah attraction (atraksi wisata), accessibility (akses untuk mencapai daerah wisata), dan amenity (fasilitas dan jasa wisata). Namun, melihat kondisi sekarang, ada dua faktor tambahan penting yakni security dan safety. Faktor keamanan dan kenyamanan ini juga menjadi salah satu faktor penting bagi wisatawan.

Hal tersebut yang kemudian mendorong PT. Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan FGD ini untuk membangun sinergi antara AP I dengan berbagai pihak. Acara ini serentak dilaksanakan di 13 bandara di Indonesia dengan tema yang berbeda-beda. “Bandara menjadi entry point pertama saat wisatawan masuk sebelum ke tempat wisata. Jadi bandara ini yang harus terus dikembangkan sehingga penumpang yang datang tidak sekali tapi bisa berulang,” katanya.

Devi, mengusulkan pengembangan tempat wisata baru agar wisatawan yang datang bisa kembali lagi, seperti yang ada di Pulau Dewata, Bali. “Bagaimana membangun destinasi suistanable yakni membuat penumpang yang bahagia, nyaman dan aman mau kembali lagi kesini,” katanya. Selain dihadiri oleh beberapa bupati/walikota, FGD ini dihadiri juga oleh beberapa kepala OPD, pihak maskapai penerbangan dan Assosiation of Indonesia Tours and Travel atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA). (bw)