(bisnissurabaya.com) – Menikmati kopi seduhan racikan sempurna tak selalu harus ke kafe-kafe ternama, apalagi dengan biaya menguras isi dompet. Cukup di rumah sendiri bisa melakukannya.

Home brewing coffee, begitu istilahnya. Aktivitas ini makin digemari para penikmat kopi, khususnya di kalangan anak muda. Berbagai tips dan teknik diburu untuk mendapatkan sensasi kenikmatan minum kopi.

Dimas Arvian Pandu Pratama, owner ButuhKopi.co, berbagi tips home brewing coffee. Kata dia, ada beberapa langkah yang dibutuhkan membuat kopi di rumah. Pertama, sediakan biji kopi yang telah disangrai. Selanjutnya, giling biji kopi sehingga menjadi bubuk yang siap diseduh. Pastikan biji kopi digiling tepat sebelum diseduh. Semakin lama kita membiarkan hasil gilingan kopi maka kesegaran aromanya semakin berkurang. Setelah itu, pastikan alat-alat penyeduhan yang dipakai telah bersih. Kemudian lakukan penyeduhan kopi. Untuk penyeduhan kopi panas, seduhlah dengan air bertemperatur tidak kurang dari delapan puluh derajat celcius. Nikmati kopi seduhan selagi hangat. Hirup aroma dan sruput nikmat.

“Penyeduhan kopi paling mudah tanpa membutuhkan peralatan khusus adalah metode tubruk, metode seduh khas Indonesia. Setidaknya dengan memiliki alat penggiling biji kopi, kita bisa menikmati sensasi seduhan kopi tubruk yang berbeda dengan seduhan kopi bubuk pabrikan,” kata cowok 28 tahun ini.

Kata dia, untuk mendapatkan sensasi sempurna menikmati kopi, selain memperhatikan proses penyeduhannya, faktor psikologis juga memberikan pengaruh.

“Akan berbeda rasanya menikmati kopi saat kita happy dibandingkan dengan saat kita habis diputusin cewek, akan berbeda rasanya menikmati kopi saat sendiri dibandingan dengan saat bercengkrama dengan kawan-kawan,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Dimas, agar mengerti berbagai sensasi rasa kopi yang akan diolah, kita harus mampu membedakan beberapa jenis kopi di Indonesia.

Perlu diketahui, ada banyak jenis kopi asli Indonesia yang tersebar dalam ribuan gugusan pulau. Namun, ada empat jenis kopi yang dapat tumbuh di nusantara. Di antaranya, kopi robusta (coffea canephora) dan kopi arabika (coffea arabica).

“Ada dua jenis kopi lagi yang dapat tumbuh di Indonesia, tapi tidak terlalu populer. Yaitu, kopi excelsa dan kopi liberica,” urai Dimas.

Meski sama-sama keluarga kopi, terang Dimas, masing-masing varietas punya kekhasan sendiri-sendiri. “Kopi itu pada dasarnya adalah buah, seperti halnya buah mangga. Mangga manalagi pastinya memiliki ciri yang berbeda dengan mangga gadung.” kata dia.

Dari segi rasa, terang Dimas, robusta dan arabika berbeda. Karakter rasa robusta cenderung pahit dan kadang beraroma mirip coklat.  Sedangkan arabika cenderung lebih beragam, selain pahit seringnya lidah kita menangkap rasa asam dan lebih manis. Banyak jenis kopi arabika di Indonesia dan negara produsen kopi lainnya. Ragam rasanya mulai dari buah-buahan, floral, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi.

Dimas juga menjelaskan, dengan menikmati kopi, kita juga dapat meneliti dan mengenal Indonesia dari sudut pandang berbeda.Contohnya kopi Bali. Dulu, ia mengenal kopi Bali berasal dari Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Namun ternyata, selain Kintamani, Kabupaten Buleleng juga salah satu produsen kopi utama di Pulau Bali.

Tak hanya itu, ada juga kopi asal Aceh yang terkenal berasal dari wilayah Gayo. Di wilayah Gayo sendiri ternyata kopi yang dihasilkan beraneka ragam varietas. Yang menariknya, keragaman jenis kopi itu bisa berbeda hingga skala kecamatan dalam satu wilayah Gayo.

“Jadi, bagi saya, dengan menikmati minuman kopi kita dapat lebih mencintai keragaman Indonesia dari sudut pandang berbeda,” ulas dia. (ton)