Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah warga Tulunggung tak terpengaruh dengan kelangkaan dan mahalnya LPG. Sebab, mereka selama ini memanfaatkan kotoran sapi yang di konversi menjadi biogas untuk keperluan dapur.

Ternak sapi perah sudah lama menjadi kegiatan rutin Purwanto, warga Desa Kromasan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Selain dimanfaatkan dari hasil perahan susunya, kotoran sapi miliknya ini juga dapat digunakan sebagai energi alternatif biogas. Karya Puwarnto pun bermanfaat bagi keluarganya serta tetangga dekatnya ditengah -tengah langka dan mahalnya LPG.

Pengelola Biogas, Purwanto, mengatakan, proses pembuatan biogas ini tergolong sederhana.  Hanya menyediakan bak penampungan  tabung kecil dan pipa untuk menyalurkan gas ke kompor. Pemanfaatan biogas dengan menggunakan limbah kotoran sapi ini sudah cukup lama dijalani  Purwanto. Untuk membuktikan hasil karyanya ini, Purwanto, mempraktekkan dengan menggoreng sebuah telur.

Hasilnya luar biasa. Kompor dapat nyala biru dan teratur. Dam biogas hasil karyanya ini Purwanto, dapat menekan uang belanja antara Rp 3.000 – Rp 5.000 per hari. Hasil karya Purwanto, kini menjadi inspirasi warga sekitar. Sebagian warga mulai membuat pengelolaan ini hanya untuk keperluan pribadi. (khoirul/stv)