(bisnissurabaya.com) – Kekompakan menjadi kunci sukses pembangunan di Jatim. Kekompakan itu pula yang  mampu mengantarkan Jatim menjadi peringkat pertama kinerja tertinggi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tujuh kali berturut-turut.

“Terpeliharanya kekompakan antara pemerintah, DPRD, TNI, Polri, swasta, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci sukses di Jatim,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo seusai memimpin Upacara Hari Otonomi Daerah XXII  di Halaman Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Jumat (27/4).

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, membangun kekompakan harus egaliter dan sejajar. Artinya, antara birokrasi, politik, dan pihak ketiga seperti LSM, pengusaha, serta berbagai komponen masyarakat lainnya dalam satu tingkatan. Dengan demikian, baru terwujud kekompakan itu.

Ditambahkan, politik dan birokrasi harus menyatu, dengan memaknai birokrasi Jawa Timur adalah juga pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri. Selain itu, juga harus memaknai Pemprov bisa bekerja dengan baik apabila bekerjasama dengan kab/kota dan seluruh pihak.  “Semuanya harus kompak. Setelah itu baru diikuti dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik untuk menghasilkan akuntabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa membuat program meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  melaksanakan program  dengan baik jika tidak ada kekompakan antara pemangku kepentingan. “Kompak, guyub rukun dan bersatu dulu, baru kemudian membuat program,”tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pakde Karwo juga menyerahkan penghargaan kepada Juara Sinergitas Kinerja Kecamatan (SKK) Provinsi Jatim Tahun 2017, dan bupati/walikota penerima penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional. Sebagai juara SKK Jatim tahun 201, berurutan dari juara 1 sampai harapan 2, yaitu Kecamatan Dampit Kab. Malang, Kecamatan Sangkapura Kab. Gresik, dan Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Diikuti Kecamatan Sumber Malang Kab. Situbondo dan Kecamatan Bangilan Kab. Tuban.

Sementara itu, penerima penghargaan kinerja terbaik kabupaten adalah Bupati Sumenep, Tuban, Nganjuk, Mojokerto, Magetan dan Jombang. Diikuti Bupati Probolinggo, Ngawi, Bojonegoro, Blitar, Lamongan, Pacitan dan Sidoarjo. Selanjutnya, juga Bupati Tulungagung, Banyuwangi, Pasuruan, Malang, Trenggalek, Gresik dan Madiun. Sedangkan untuk pemerintah kota, masing-masing Kota Madiun, Probolinggo, dan Surabaya. Diikuti Kota Blitar, Kediri, dan Malang. (bw)