Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Setelah dilakukan serangakian penelitian oleh Badan Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis (Balittas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung akhirnya melepaskan varietas tanaman tembakau lokal unggulan, yang diberi nama tembakau gagang rejeb sidi. Tembakau ini, memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tanaman tembakau lainnya yang diharapkan hasil panen tembakau petani melimpah dengan harga jual tinggi.

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, mengatakan, inilah varietas tembakau lokal unggulan, yang dikenalkan kesejumlah petani oleh Pemkab Tulungagung. Tembakau unggulan tersebut diberi nama gagang rejeb sidi. ‘’Varietas ini, ditetapkan sebagai produk unggulan, setelah dilakukan penelitian oleh Balittas,’’ kata Bupati Syahri Mulyo. Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh tembakau gagang rejeb sidi ini.

Diantaranya, memiliki tingkat produksi tinggi,  menghasilkan rajangan kering rata-rata 9 kuintal per hektar. Bahkan pada saat cuaca bagus, mampu menghasilkan 1,2 ton per hektar. Serta lebih tahan terhadap serangan penyakit layu bakteri. Selain itu, jenis tembakau ini juga memiliki kadar nikotin yang tinggi. Yakni, mencapai 4,04 persen.

Sehingga sangat cocok dijadikan tembakau rajangan, bahan rokok kretek sebagai pengganti tembakau Madura yang saat ini telah over suplay. Peneliti Balittas, menyatakan, ditetapkannya varietas lokal unggulan, tembakau gagang rejeb sidi ini, diharapkan menjadi tembakau unggulan asal Tulungagung. Sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan nilai jual tinggi.

Dari 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung, enam kecamatan diantaranya menjadi sentra pertanian tembakau. Selama ini, hasil panen petani, banyak digunakan untuk memasok kebutuhan tembakau di sejumlah pabrik rokok nasional. (khoirul/stv)