Komisi E DPRD Jatim. Suli Daim (Batik Merah). (foto/memox)

(bisnissurabaya.com) – Mengantisipati tingginya kompetisi dunia kerja di era digitalisasi, serta upaya untuk terus menekan angka Pengannguran Terbuka di Jawa Timur, Komisi E(Kesra) DPRD Jatim   terus mendorong agar  para lulusan yang kurang beruntung karena tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi, bisa memanfaatkan 16 BLK yang ada di wilayah Jatim. Ini sesuai himbauan  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang terus memaksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK)  agar bisa aplikatif terhadap tuntutan perkembangan zaman.  Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2017, jumlah pengangguran mencapai 7,04 juta orang yang didominasi oleh lulusan SMK yang mencapai angka 11.41 persen, meskipun terdapat juga lulusan SD(2,62 persen), SMP,(5,54 persen) SMA(8,29 persen) dan diploma(6,35 persen) serta politeknik(5,18 persen)..

“Ketika para orangtua memilihkan sekolah kejuruan .SMK untuk anaknya, harapannya tentu saja, setelah lulus sekolah,  anak diharapkan bisa langsung kerja. Faktanya, jumlah pengannguan terbuka di Jatim justru didominasi lulusan SMK.  Ini bukti bahwa pendidikan keahlian dan keterampilan yang diberikan  di sekolah itu belum siap pakai. Masih dibutuhkan keterampilan lebih, nah BLK bisa jadi solusi untuk mendalami keahlian  yang sudah dimiliki atau bahkan menambah keterampilan lebih di luar yang sudah dikuasai itu. Dan kami dari Komisi E juga terus mendorong bagaimana sarana dan prasarana pendukung pelatihan ini terus diperbarui  untuk menyesuaikan tuntutan perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dan berkeahlian.” Kata Suli Daim, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim.

Bertambahnya jumlah Pengangguran Terbuka usai  musim  kelulusan SMA/SMK setiap tahunnya, seperti sudah menjadi tradisi tahunan.. Tetapi yang melegakan, seiring berjalannya tahun, persentase penduduk miskin dan Tingkat Pengangguran Terbuka yang ada di Jawa Timur terus mengalami penurunan. Indikasi ini terdeteksi dari laporan realisasi capaian kinerja 11 Indikator Kinerja Utama (IKU) Pembangunan Jatim Tahun 2017 yang disampaikan Gubernur Jatim,  Soekarwo saat membacakan  Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban/LKPJ Akhir Tahun 2017 pada Sidang Paripurna di Gedung DPRD  Jatim. (2/4). Di mana, persentase penduduk miskin Jatim per September 2017  adalah 11,20 persen atau turun sebesar 0,57 persen dibandingkan dengan periode Maret 2017 sebesar 11,77 persen, yang secara  nasional turun sebesar 0,52 persen. Sedangkan, dibandingkan tahun lalu, penurunan kemiskinan pada Maret 2016 hingga September 2017  mengalami penurunan signifikan, yakni 0,85 persen, yang secara nasional turun  0,74 persen. Capaian ini melampaui target kemiskinan yang terdapat di RPJMD yakn, sebesar 11,80 – 11,50 persen. Jumlah penduduk miskin Jatim Maret-September 2017 ,turun  211.740 jiwa, yakni dari 4.617.010 (Maret 2017) jadi 4.405.270 (September 2017). Sedangkan persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2017,  7,13 persen, turun dibandingkan Maret 2017, sebanyak 7,87 persen.

Capaian Kinerja Jatim ini bisa dihasilkan karena gencarnya Pemprof Jatim mengimplementasikan serangkaian program-program kesejahteraan yang berpihak kepada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat miskin. Upaya untuk terus mengurangi angka kemiskinan ini  dikemas dalam berbagai program, di antaranya,  program Bantuan Pangan/Beras, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni/RTLH, Bantuan Khusus Siswa Miskin/BKSM, dan Bosda Madin. Serta beberapa program pelatihan dan bimbingan kerja  untuk meningkatkan pendapatan seperti  Jalin Mantra( Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) yang diimplementasikan Pemprof Jatim bersama Bapemas. Juga   Anti Poverty Program dengan memberdayakan koperasi  wanita dan koperasi di lingkungan pondok pesantren, Program Keluarga Harapan/PKH, Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat dan beras sejahtera/rastra..

“ Bagi yang tidak lolos SNMPTN masih bisa mengejar peluang untuk ikut SBMPTN 2018  atau melanjutkan di Perguruan Tinggi Swasta yang tak kalah qualified dengan PTN. Nah, yang  tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah,  jangan  sampai jadi penganguran. Kita, di Jatim ini sudah memiliki 16 BLK (Balai Latihan Kerja)  yang memberikan berbagai pelatihan tehnik untuk meningkatkan keahlian dan  keterampilan serta memberikan sertifikasi, ini yang nantinya bisa jadi modal dan bekal yang bisa digunakan untuk melamar/mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Silahkan dimanfaatkan dengan baik. Dengan sarana prasarasa pelatihan moderen, saya yakin ini akan memberikan keahlian mumpuni bagi peserta diklat. Sehingga kita harapkan tenaga kerja kita bisa kompetitif di bursa kerja” pungkas politisi PAN ini. (dprd jatim)