Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Untuk melestarikan kesenian tradisional, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menggelar festival dalang cilik. Sebanyak 41 dalang cilik dari berbagai sekolah, mengikuti festival ini. Mereka memainkan beberapa lakon wayang, yang sering dipentaskan dalang professional. Melalui ajang mencari bakat ini diharapkan lahir dalang baru, yang akan terus melestarikan kesenian wayang kulit.

Sebanyak 41 dalang, mengikuti festival dalang cilik yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai sekolah, yang sebelumnya  mengikuti seleksi terlebih dulu. Meski masih berusia anak, namun permainan dalang mereka tidak kalah dengan dalang profesional lainnya. Berbagai teknik bermain wayang juga mereka kuasai.

Dalam festival ini setiap dalang cilik diberi waktu 45 menit. Mereka membawakan beberapa lakon wayang kulit. Seperti Babad Wanamarta, Dewa Ruci, Pandhawa Ngenger dan Angkara Murna Sirna. Lakon tersebut juga biasa dibawakan para dalang professional. Para dalang cilik ini tampak tidak begitu kesulitan memainkan lakon tersebut. Selain sudah menguasai beberapa teknik, mereka juga sudah biasa dengan dunia pewayangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Suharno, mengatakan, festival dalang cilik ini digelar sebagai salah satu upaya pemerintah, untuk melestarikan kesenian wayang kulit. Terutama bagi kalangan pelajar. Mereka diharapkan lebih mengenal lagi kesenian tradisonal. ‘’Melalui festival ini diharapkan lahir dalang profesional dari kalangan pelajar dan mampu menjaga kelestarian kesenian warisan nenek moyang,’’ kata Suharno, di Tulungagung Rabu (25/4) kemarin.

Kesenian wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisional, yang masih bertahan hingga saat ini. Meski diakui atau tidak, kesenian ini mulai kurang diminati. (khoirul/stv)