Malang, (bisnissurabaya.com) – Kegiatan bersih desa masih banyak dilakukan di pedesaan. Bupati Malang,  Rendra Kresna kembali menghadiri Bersih Dusun Karangan Desa Donowarih Kecamatan Karangploso.

Kegiatan tasyakuran tersebut menampilkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Parikesit Jumeneng Ratu” oleh Dalang Hadi Siswoko dari Kalipare. Tampak hadir Muspika Karangploso, perangkat desa beserta seluruh tokoh masyarakat setempat, di Donowarih, Jumat (6/4)

Bupati menyinggung mengenai semangat kepemudaan yang jangan sampai luntur meskipun termakan usia. “Saya harap pemuda-pemuda disini yang tergabung dalam organisasi tidak menunggu tetapi langsung melakukan kegiatan yang bermanfaat. Karena saya tahu persis perwatakan masyarakat Donowarih yang aktif giat bekerja meskipun aliran airnya sulit” papar bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan  pagelaran wayang kulit yang seringkali ditampilkan dalam acara bersih desa selalu menceritakan cerita perwayangan yang karismatik dan harus dipahami maksud alur ceritanya. “Jadi kalau nonton wayang kulit itu jangan hanya melihat sinden-sindennya yang cantik tapi ikuti jalan ceritanya sehingga kita bisa woro-woro ikut menyebarkan isi yang terkandung didalamnya. Semoga warga Dusun Karangan selalu mendapat rahmat dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Donowarih, Sujoko menjelaskan bahwa usai dilaksanakan bersih Dusun Karangan, nantinya juga bakal diselenggarakan kegiatan serupa di Dusun Jara’an dan Borongkrajan. “Adapun kegiatan ini dimulai dari malam ritual, dan pagi pagi digelar hajatan atau bari’an dilanjutkan uri-uri budaya atau adat istiadat yakni pentas seni di Umbulkarangan dengan puncak acara pagelaran wayang kulit,” imbuh Sujoko.

Ia menjelaskan pula mengenai proses pembangunan di tiap pelosok Desa Donowarih yang menjadi program Bupati Malang tahun 2017 telah mencapai 70 persen seperti pemavingan, drainase, maupun pengaspalan. Sedangkan tahun ini sesuai rekomendasi Bupati, jalan yang ditempati untuk kegiatan saat itu juga bakal dilakukan pembangunan fisiknya sementara anggaran dana desa juga segera diberdayakan sehingga realisasi meningkat menjadi 90 persen.

Kades menambahkan   peningkatan kesejahteraan masyarakat disini, dengan adanya ikon Kecamatan Karangploso yakni Rest Areanya mampu mengurangi pengangguran di wilayah kami.

“Mari kita BUMDeskan bersama-sama dengan wisata petik jeruknya yang diresmikan Bupati beberapa waktu silam. Kami juga sudah melakukan uji coba bersama Bu Camat untuk mengenalkan rafting maupun off road menuju wisata religi gunung mujur yang merupakan satu-satunya wisata yang belum diketahui masyarakat umum. Dengan harapan menjadikan desa lebih maju dan makmur,” harap Kades Sujoko.  (er)