Pelaku KDRT bisa Dipidana 5 Tahun

158

(bisnissurabaya.com) – Kedudukan wanita dan pria dimata hukum adalah sama. Perlakukan kaum hawa sebagaimana mestinya. Jangan sampai kaum wanita diremehkan apalagi sampai dianiaya.

Demikian disampaikan Advokat Senior Dr. Sunarno Edy Wibowo SH, MHum, saat dialog “Hukum Dimata Bowo” di Surabaya TV, Jumat (20/4) pukul 22.00 WIB. Persamaan hak dan kedudukan merupakan  semangat yang terkandung dalam berbagai instrumen hak asasi manusia internasional dan nasional.

Persamaan hak dan kedudukan tersebut juga mencakup persamaan hak dihadapan hukum antara laki-laki dan perempuan. Ada beberapa pengertian konsepsi tentang segi-segi Hukum Wanita di Indonesia. Segi-segi hukum wanita dapat dirumuskan berbagai ketentuan hukum yang mempengaruhi peranan dan kedudukan wanita.

Tonton Selanjutnya :

Part 2 : https://www.youtube.com/watch?v=SoVzkE_4Owc

Part 3 : https://www.youtube.com/watch?v=iaz-UTSIEBg

Part 4 : https://www.youtube.com/watch?v=Waxl0qkiwI4

“Jadi wanita itu jangan mau dikalahkan, kaum wanita memiliki hak  sama dengan pria,” tambah Cak Bowo panggilan akrab Advokat senior ini. Wanita jangan takut bertindak karena sudah ada dasar hukum yang mengatur.

Dasar hukum itu tertuang dalam Undang-Undang No.23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). ”Jadi anda-anda yang merasa kaum wanita ini jangan mau dikalahkan,” tandas pria asli Surabaya ini.

Lebih lanjut Cak Bowo mengutip beberapa pasal dalam Undang-undang itu. Dalam pasal 4 disebutkan Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan : a. mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga,  b. melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga, c. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga  dan d. memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Kemudian pada pasal berikutnya disebutkan larangan kekerasan itu. Pasal 5 menyebutkan Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara :  a. kekerasan fisik, b. kekerasan psikis, c. kekerasan seksual, atau  d. penelantaran rumah tangga.

Yang terjadi persoalan yang menyangkut kedudukan wanita adalah bagaimana ketentuan hukum ini dalam kenyataannya dimasyarakat. “Jangan sampai lho wanita dimarginalkan atau dikondisikan semena-mena,” ungkap pria yang sudah malang melintang puluhan tahun di dunia hukum ini.

Hak Wanita atas persamaan di hadapan hukum dalam Instrumen HAM Internasional, Universal Declaration of Human Rights pada  pasal 7 disebutkan bahwa “Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam itu. ”

Pelaku KDRT   terancam  hukuman pidana paling lama 5 tahun. Itu bila suaminya  tidak pernah memberikan nafkah  lahir dan batin. “Maka seorang wanita bisa melaporkan pelaku dan akan terancam hukuman 5 tahun,” jelas pria yang juga dosen ini. (ton/sam)