Aiptu Trisih Setyono (kiri).

Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang kotor, seorang anggota polisi di Tulungagung rela meluangkan waktunya jadi pemungut sampah. Meski sempat diprotes keluarga, namun polisi berpangkat Aiptu ini tetap melakukannya disaat lepas dinas. Di Polsek Gondang, Tulungagung  inilah, Aiptu Trisih Setyono, mengabdikan diri menjadi anggota polri sejak 1987 lalu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, regu C. Untuk mengurangi pencemaran udara, Trisih setiap hari dari rumah hingga ke tempatnya bekerja, selalu mengenakan sepeda ontel.

Selepas dinas, Trisih, langsung melepas baju korpsnya dengan baju petugas kebersihan. Awal menjadi  tukang sampah ini, dia terinspirasi pada saat melihat  tumpukan sampah di Bantaran Sungai 2 tahun silam. Dengan dibantu seorang tetanggannya, bernama Kukuh Priyono, ia berinisiatif untuk menjadi  tukang sampah. Trisih yang  berusia 55 tahun dan kurang 3 tahun lagi memasuki masa pensiun ini, jauh dari kata risih, gengsi ataupun jijik bergelut dengan sampah.

Meski sempat mendapat protes dari keluarganya, namun Trisih tetap bersikukuh melakukan kegiatan  mulia ini. ‘’Bersih-bersih sampah ini saya lakukan pada saat jam lepas dinas sebagai anggota polisi,’’ kata Aiptu Trisih Setyono, kepada Bisnis Surabaya, Senin (23/4) kemarin. Sementara itu, ibu-ibu warga sekitar merasa terbantu sekaligus bangga dengan apa yang dilakukan oleh Trisih, anggota polisi tersebut. Tak dipungkiri meski ada sedikit uang kompensasi yang diberikan, namun warga tak mempersoalkannya.

Aiptu Trisih Setyono, yang menjadi seorang petugas kebersihan mandiri  tanpa pamrih ini, sepatutnyalah menjadi tauladan  ataupun sumber inspirasi bagi generasi muda maupun anggota polri lainnya. Karena di usia senjanya, ia masih mau menyisihkan waktunya untuk berbuat baik pada dilingkungannya. (khoirul/stv)