Harta Terindah adalah Keluarga

135

(bisnissurabaya.com) – Menjadi anak yang membahagiakan orang tua adalah idaman setiap anak. Begitu juga dengan Erfin Yuniati. Perempuan kelahiran Surabaya 21 Juni 1979., dia ingin menapak jalan ke surga dengan membahagiakan orang tuanya.

“ Jika hidupmu ingin  bahagia, maka bahagiakan lebih dulu kedua orang tuamu”  Kalimat ini begitu membekas dalam ingatannya, dia menjadi lebih termotivasi menjalankan bisnis yang digelutinya supaya memberangkatkan umroh kedua orang tuanya dari hasil keringatnya sendiri, baginya harta yang terindah adalah keluarga.

Awalnya perempuan paruh baya ini merasa sedih karena sering dilecehkan oleh keluarganya, karena dia dianggap tidak bisa membantu Muhammad Harjono suami nya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.  Hinaan tersebut memicu dan memacu dia  untuk bekerja keras, berbagai usaha yang sudah dilakukannya, mulai berdagang sprei, baju, emping dari Pekalongan, jual es green tea, es buble hingga akhirnya menjalankan bisnis pembuatan kue lebaran seperti nastar, castengel, dan lidah kucing.

“Saat lebaran saya bisa menjual sampai 10 toples, dan itu terus meningkat jumlahnya” kata Erfin Yuniati owner Iyenk Cookies kepada Bisnis Surabaya.

Dengan  dibantu kedua orang tua dan saudaranya, Erfin  memproduksi cookies buatannya,  dia menggunakan resep kreasinya sendiri menggunakan bahan-bahan berkualitas seperti keju edam dan menghindari penggunaan benzoate. Untuk mempertahankan kualitas rasa dia hanya menggunakan takaran 1 resep untuk sekali proses.  “ Saya juga pernah diisukan hanya menggunakan penyedap rasa buka keju beneran” jelas penghobi memasak ini

Kue lebaran tersebut dikemas dalam toples 500 gram dan dibanderol dengan harga castengel Rp 75.000, nastar Rp 70.000, Putri Salju Rp 65.000, Kue Mente  Rp 70.000, dipasarkan secara online di jejaring sosial whatssap, instagram,dan facebook, serta offline dengan dititipkan di beberapa tempat.

Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Perjalanan bisnis perempuan yang tinggal Brimingland Benowo ini, sedikit demi sedikit mulai berkembang, omzetnya mencapai Rp 2 juta perbulan, dan bisnisnya tersebut sudah dilengkapi Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT),  Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan  Sertifikat Halal.

Hingga suatu hari dia diperkenalkan dengan Nurul  pengelola pusat oleh –oleh Surabaya Square di Siola oleh  Sigit rekannya sesama peserta pelatihan Pejuang Muda di Kapas Krampung Plaza.

 “ Saya harus keliling Surabaya untuk mencari coklat keju sebagai bahan pelengkap produk baru saya yaitu cookies selimut keju” ujar perempuan paruh baya ini

Selain memproduksi kue lebaran, Ervin juga membuat es pudink dengan varian toping durian, strawberry, coklat, the, dan kopi. Minuman tersebut laris manis bisa laku sampai 20 botol perhari. (nanang)