Penting, Tutup Tombol saat Masukkan Kode PIN di ATM

71

(bisnissurabaya.com) – Menutupi tombol angka saat memasukkan kode PIN di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) penting  dilakukan. Hal ini untuk menjaga kerahasiaan agar tak diketahui orang lain maupun kamera yang dipasang dalam ruang ATM. Mengingat kejahatan selain bisa dilakukan orang luar, tak menutup kemungkinan  bisa dilakukan orang dalam pihak bank.

Demikian disampaikan Advokat Senior Dr Sunarno Edy Wibowo SH., MHum, saat dialog “Hukum Dimata Bowo” di Surabaya TV, Jumat (30/3) pukul 20.00 WIB. Menutup kode itu dapat dengan telapak  tangan atau kertas yang dibawa dari rumah. Atau dengan cara lain yang penting saat menekan tidak diketahui atau terekam alat kamera.

“Ya nasabah  perlu sikap hati-hati lah, agar dana yang  disimpan  di bank tetap aman, tidak berkurang,” tambah Cak Bowo panggilan akrab Advokat Senior ini. Mengingat sekarang ini kemajuan teknologi informasi sudah demikian canggih. Lengah sedikit bisa menjadikan peluang orang untuk  berbuat jahat.

Kode PIN atau paswoord  yang  bisa diketahui orang lain, kemudian orang lain itu menggunakan paswoord untuk mencuri  dana  itu namanya skiming. Kemudian lanjut Cak Bowo ada kejahatan lain yang disebut phising. Seperti diketahui belum lama ini sejumlah warga melapor saldo tabungan mereka tiba-tiba berkurang. Sebelumnya ada  seorang nasabah Bank BCA mengaku telah kehilangan uang sejumlah Rp 13 juta. Praktek pencurian ini ditengarai dengan teknik man in the middle phising attack atau jamak disebut sebagai phising.

Praktik ini dilakukan terhadap sistem keamanan yang menggunakan model one factor, artinya pengamanan hanya menggunakan username dan password. Penjahat selalu kreatif mengikuti teknologi. Kejahatan perbankan juga makin canggih. Lahirlah metode baru, Phising 2.0. Menurut Pratama teknik phising 2.0 ini lebih berbahaya bagi nasabah dan perbankan, terutama saat transaksi lewat internet banking.

Part 2 : https://www.youtube.com/watch?v=6g0B5J_o2To

Part 3 : https://www.youtube.com/watch?v=w_PHU5QNDM8

Part 4 : https://www.youtube.com/watch?v=QmnLQD3xGZk

Teknik ini menyerang komputer nasabah dan juga menarget web perbankan. Sehingga walaupun dengan pengamanan multi factor, masih ada kemungkinan ditembus juga.

Pengamanan multi factor dengan tambahan SMS memang lebih aman. Namun ada kemungkinan alat komunikasi nasabah sudah disadap atau ditanami trojan, sehingga para penyerang juga bisa tahu nomor otentifikasinya.

Kemudian Cak Bowo mengingatkan bila di sekitar mesin ATM ada orang bertanya tentang tanggal lahir jangan ditanggapi, mengingat itu juga salah satu modus phising. “Ya jawablah dengan cara halus misalnya tanggal lahir saya lupa mas atau mbak,” papar pria yang sudah malang melintang di dunia hukum puluhan tahun ini mengingatkan.

Pelaku tindak pidana perbankan bisa dijerat dengan UU 19/2016 tentang Informasi Tehnologi, dan UU 10/1998 tentang Perbankan serta   KUHP pasal 362. “Alhamdulillah pasal 362 dalam KUHP belum bisa dihapus. Ini unutk menjerat pelaku kejahatan bank. Kalau kejahatan yang yang berhubungan dengan IT itu pembuktiannya memakan waktu lama,” papar bapak asli Surabaya ini.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat luas agar berhati-hati dalam transaksi perbankan. Juga pada pemerintah agar faktor profesionalisme pegawai bank diperhatikan juga kerahasiaan bank perlu ditingkatkan. (sam)