Malang, (bisnissurabaya.com) – Kunjungan  ke desa  memiliki keuntungan bisa menyerap aspirasi langsung dari warga. Bupati Malang memiliki tradisi kunjungan yang diberi sebutan Bina Desa.

Seperti yang dilakukan pada Kamis (15/3) lalu, Bupati Malang Rendra Kresna menuntaskan kunjungan Bina Desa ke  Bangelan, Kecamatan Wonosari. Pak Rendra sapaan akrab Bupati melakukan sejumlah kunjungan ke titik pelayanan dan pendampingan langsung kepada masyarakat Bangelan.

Bupati didampingi Wakil Bupati Malang, M. Sanusi, sebelum mengawali kunjungan terlebih dahulu senam pagi bersama masyarakat setempat di lapangan sepakbola PTPN XII. Keduanya juga jalan-jalan di dalam perkebunan kopi milik PTPN hingga sampai ke sumber air Bangelan.

Kemudian, dari home stay, Bupati turun meresmikan keberadaan Cafe Bangelan yang menyajikan olahan hasil kopi dan pertanian Desa Bangelan. Rendra kemudian  menyaksikan demo alat angkut tebu dan penjualan gula merah, meninjau penjualan sembako murah, sosialisasi Lansia dan pelatihan membuat jamu.

“Alat pemindahan tebu ke atas bak truk ini mampu mengurangi biaya angkat tebu dari ladang ke atas truk. Tentu alat ini juga sangat bermanfaat dan efektif bagi para petani tebu,” terang  Rendra saat bersama para petani tebu.

Bupati kemudian, meninjau bedah rumah sebanyak tiga unit antara lain rumah milik Karsiem, Suparmi dan Kariman. Tujuan dari bedah rumah ini tidak lain adalah agar rumah tersebut layak huni dan sehat.

Kemudian bupati  meninjau sosialisasi bina karang werda dan penyerahan simbolis Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Serta diakhiri dengan temu dengan petani yang tergabung dalam Poktan dan HIPPA se Kecamatan Wonosari.

Usai kunjungan di titik terakhir, Bupati mengatakan  Bina Desa ini bagian dari pembangunan desa. Pemerintah Desa sudah berusaha secara maksimal tetapi semua tahu APBDes tidak akan mencukupi dalam menangani seluruh aspirasi masyarakatnya.

“Maka harus ada campur tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  khususnya menyangkut infrastruktur sehingga dengan adanya Bina Desa ini beberapa jalan poros sudah dilakukan perbaikan. Tentunya masih ada yang belum namun menunggu tahapan berikutnya,” tegas  Rendra.

Ia lantas menyebut PTPN bisa menjadi andalan kalau mampu memaksimalkan potensinya. Potensi kebun Bangelan bisa ditingkatkan menjadi  wisata agro. Di pulau Jawa, wisata agro pertama yang dibangun Belanda ya di Bangelan ini kisaran tahun 1925. Bupati menerangkan sejarah Bangelan  berasal dari bahasa Belanda yakni Bangeland artinya tempatnya uang yang kemudian orang Jawa ambil gampangnya  jadi kata Bangelan.

“Betul jadikan tempatnya uang dan tanah produktif dan sebagainya. Kalau kita kemudian menjual desa dengan potensi wisata kebun Bangelan peluang itu sangat menjanjikan. Sementara pemerintah pusat juga  menjadikan pariwisata untuk kemudian jadi program yang benar mendapatkan tempat sehingga sinergi,” harap Pak Rendra.

Bupati menegaskan, program pengentasan kemiskinan banyak dilakukan Pemerintah Pusat salah satunya Rastra untuk membantu masyarakat terangkat dari kemiskinan dan sejahtera.  (er)