Malang, (bisnissurabaya.com) – Panen raya padi dilakukan bersama pejabat dan warga. Kegiatan ini digelar dalam rangka syukur hasil penen cukup melimpah.

Bupati Malang Rendra Kresna ditemani Wakil Bupati  M. Sanusi,  melakukan panen raya DEM Area  Budidaya Tanaman Sehat bersama anggota Gapoktan ‘Rukun Lestari’. Kegiatan berlangsung  Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen, Rabu (28/2).

Kegiatan ini digelar buah inisiatif para petani yang tergabung dalam kelompok tani Rukun Lestari sebagai wujud syukur atas keberhasilan pada musim tanam padi varian Inpari 33. Gapoktan yang diketuai Ashadi ini memiliki lahan pertanian  seluas 25 hektar dengan varietas Inpari dan target panen sebesar 10,6 ton per hektar.

Hadir juga Dandim 0818 Kabupaten Malang / Batu, Letkol Inf Ferry Muzaward, Sip, Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah, Direktur Keuangan Bank Jatim Pusat, R. Ferdian Timur Satya Graha beserta Divisi Hubungan Kelembagaan Bisnis, Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Pimpinan Bank Jatim Cabang Malang dan Kepanjen, serta Camat dan Kepala Desa & Lurah se- Kecamatan Kepanjen.

Bupati Malang mengatakan jika jaman penjajahan dulu, yang disebut pahlawan adalah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Sedangkan, untuk masa kini, petani layak disebut tanpa tanda jasa. Sebab, semua orang berharap dan bergantung kepada petani karena rakyat Indonesia mengkonsumsi hasil kerja keras para petani seperti beras, jagung dan kedelai.

‘’Secara umum dari semua tanaman pangan itu yang bekerja adalah petani. Panjenengan (petani, Red) ini betul-betul menjadi tumpuan dan harapan karena semua orang. Misal, kalau tidak ada petani yang mau tanam padi, Bupatinya makan apa? Pak tentaranya makan apa? Jangan sampai beras harus import dari Thailand, India, Cina dan sebagainya. Akhirnya Indonesia masih ketergantungan, tidak bisa mandiri segala sesuatunya tergantung negara. Kalau sudah begitu apa artinya kita merdeka tetapi tidak berdaulat,” terang  Rendra.

Bupati menyarankan agar petani dan masyarakat mendukung penuh program pemerintah. Begitu sebaliknya, pemerintah selama ini juga mendukung petani dengan berbagai macam program.

Dalam kesempatan itu, Bupati  juga menyerahkan secara simbolis bantuan hand tractor dan benih padi jenis Inpari 33. Para petani itu tidak berjuang sendiri karena semua pihak mendukung demi majunya pertanian dan menyelesaikan permasalahan petani. Misal, tidak sampai terjadi harga hasil pertanian turun. Pemerintah berusaha  harga beras itu tidak sampai naik turun sehingga petani tidak sampai merugi. (er)