Surabaya,(bisnissurabaya.com)-Pembinaan mental dan hukum terus dilakukan. Terutama bagi prajurit TNI disetiap wilayah teritorial. Selain memantapkan sapta marga dan sumpah prajurit, pembinaan tersebut digelar, bertujuan untuk mendukung tugas maupun kewajiban yang harus diemban masing-masing personel.

Kepala Seksi Personel (Kasi Pers) 084/Bhaskara Jaya, Letkol Arm Soegeng, mengatakan, dalam menjalankan tugas dan kewajiban, seluruh prajurit TNI-AD dan PNS di wilayah teritorialnya, harus tetap berpedoman terhadap sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. “Itu ditujukan guna membentuk, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kondisi jiwa seluruh personel yang sudah tertanam di dalam diri masing-masing personel,” kata Kasi Pers Korem 084/Bhaskara Jaya di aula Makorem, Kamis (25/1) kemarin.

Pembinaan mental dan hukum, seluruh prajurit TNI-AD dan PNS harus tetap berpedoman pada sapta marga, sumpah prajurit dan wajib TNI, Kamis (25/1).(foto/ist)

Wakil Kepala Pembinaan Mental Kodam V/Brawijaya, Letkol Inf R. Wisnu Wardana, menambahkan, seiring dengan perkembangan era globalisasi seperti yang terjadi saat ini, dinilai sangat rawan dalam mempengaruhi pola pikir, maupun kehidupan seluruh prajurit dan PNS. “Banyak kasus yang terjadi sebagai akibat pengaruh dari perkembangan Globalisasi, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk mengatasinya agar tidak merusak kehidupan Keluarga Besar TNI,” jelasnya.

Selain perkembangan era globalisasi dan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh prajurit TNI dan PNS. Ternyata, terdapat juga hal yang saat ini menjadi sorotan tersendiri. Memasuki tahun politik saat ini, seakan memancing sikap yang harus dilakukan oleh Waka Kumdam V/Brawijaya, Letkkol Chk Edy Purwanto, SH. Selain membantu keamanan selama berlangsungnya pemilihan tersebut, dirinya juga menghimbau seluruh prajurit TNI-AD maupun PNS di wilayah Kodam, khususnya Korem Bhaskara Jaya untuk bersikap netral.

Pembinaan mental dan hukum, seluruh prajurit TNI-AD dan PNS harus tetap berpedoman pada sapta marga, sumpah prajurit dan wajib TNI, Kamis (25/1).(foto/ist)

“Ini penting untuk di sosialisasikan. Kita tidak ingin terjadi suatu tindakan, maupun kesalahan yang berakibat mencederai keinginan pimpinan. Terutama terhadap netralitas TNI dalam Pilkada,” pinta Letkol Edy. (lely/bw)

BAGIKAN
Berita sebelumyaHobby Melahirkan Rejeki
Berita berikutnyaCantiknya Pelaku UKM