Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda (TMPJ) kembali melakukan penggagalan penyelundupan narkotika jenis sabu selama dua kali berturut-turut pertengahan bulan ini. Petugas berhasil mengamankan ZH (27 th) dan RY (37 th) dalam waktu yang hampir bersamaan. Keduanya merupakan warga Kebon Benyer, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur.

ZH ditangkap pada Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB. Usai pesawat Air Asia (XT-393) rute Johor Baru (JHB) Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda. Tersangka membawa dua bungkus sabu seberat masing – masing 70 gram di dalam anusnya.

Tersangka menunjukkan barang bukti di hadapan petugas dan awak media, Rabu (24/1).(Foto/Lely Yuana)

Setelah uji narcotest terhadap kristal putih tersebut menunjukan hasil positif, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut.

Sementara, RY (37 th) tertangkap pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB usai turun dari pesawat Air Asia (XT-393) rute Johor baru (JHB) – Surabaya (SUB), dan mendarat di Bandara lnternasional Juanda. Berdasarkan image X-Ray, petugas mencurigai tas hitam yang dianggap tidak wajar.

Lantas petugas membawa penumpang RY dan tas hitam miliknya ke ruang pemeriksaan. Petugas mendapatkan bubuk kristal putih yang diduga sabu (metampethamine), disembunyikan dengan cara dimasukkan diantara dua baskom yang direkatkan menjadi satu (total sembilan pasang baskom). Total keseluruhan, bruto 2.950 gr (dua ribu sembilan ratus lima puluh gram). Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Direktorat Reserse Narkotika Polda Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut.

Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sabu (methamphetamine) merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke lndonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai Pasai 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp.10 milyar.

Tersangka menunjukkan barang bukti di hadapan petugas dan awak media, Rabu (24/1).(Foto/Lely Yuana)

Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

Berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada Pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

“Penelitian dan pendalaman ini selalu melibatkan instansi lain. Karena peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan dan lebih teroganisir,” terang Kepala KPPBC TMPJ, Budi Harjanto.

Penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini telah menyelamatkan 15.450 (lima belas ribu empat ratus lima puluh) jiwa generasi muda Indonesia dengan perhitungan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang.

“Bahwa generasi muda merupakan generasi penerus yang rawan terhadap penyalahgunaan narkoba bisa kita selamatkan,” imbuh Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.(Lely)