Surabaya,(bisnissurabaya.com)-Swasembada ketahanan dan pangan nasional terus digencarkan. Program yang mulai dicetuskan beberapa tahun lalu itu, dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia. Hal itu, kemukakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman, ketika menghadiri acara panen raya yang berlangsung di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) kemarin.

TNI-AD terus berusaha mewujudkan komitmen dalam upaya turut mensukseskan ketahanan pangan nasional. Menurut dia, terdapat tiga hal yang harus dilakukan oleh seluruh prajurit TNI-AD. Selain program cetak sawah, juga terdapat program Upaya Khusus (Upsus) swasembada dan  serapan gabah. “Semua program itu, dilakukan oleh seluruh prajurit TNI-AD mulai hulu, hingga hilir,” jelas orang nomor dua di institusi Angkatan Darat ini.

Panen raya di Kabupaten Bojonegoro, senin (22/1).(foto/ist)

Dijelaskan, program yang dicetuskan oleh TNI-AD, dinilai sangat penting untuk terus dilakukan guna menunjang keberlangsungan program swasembada ketahanan pangan di Indonesia. “Kita semua tahu, lahan pertanian semakin lama semakin berkurang. Saat ini, di luar Jawa, TNI-AD berhasil membuka lahan ratusan hektar untuk mendukung program itu,” ungkap Wakasad.

Ia menambahkan, selain penyediaan lahan, Wakasad juga menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk melakukan pendampingan terhadap seluruh petani yang berada di wilayah tugas masing-masing personel TNI-AD. “Bagaimana supaya petani ini betul-betul bisa meningkatkan hasil produksi beras? Nah, maka dari itu ada pendampingan oleh personel TNI-AD, khususnya Babinsa,” bebernya.

Panen raya di Kabupaten Bojonegoro, senin (22/1).(foto/ist)

Termasuk pendampingan penyaluran bantuan, mulai pupuk hingga bibit pertanian. Selain dihadiri Wakasad, Letjen TNI Tatang Sulaiman, berlangsungnya panen raya di Kabupaten Bojonegoro, juga dihadiri Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur, Drs H. Soekarwo dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M.A. (bw)