(bisnissurabaya.com) – Sebuah perjalanan panjang meraih gelar profesi. Tak mudah untuk mengukuhkan diri sebagai seorang pengacara. Butuh kecerdasan, ketelitian, serta ketepatan dalam memutuskan suatu kasus. Pendidikan advokasi pun terbilang cukup sulit ditempuh, banyak pasal dan dinamika hukum harus dikuasai.

Hingga akhirnya mampu lolos dalam ujian yang digelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta berhak mengikuti sumpah jabatan sebelum resmi menyandang predikat advokat.

Kali ini, sebanyak dua puluh calon advokat dari PKPA angkatan IX PERADI Jember patut berbangga usai dilantik di Pengadilan Tinggi Jawa Timur (Jatim) diantara 155 calon advokat lain se-Jatim Selasa lalu, (9/1).

Acara pengambilan sumpah yang telah lama mereka tunggu akhirnya terwujud juga usai menyelesaikan Ujian Profesi Advokat (UPA) di Universitas Negeri Jember (Unej) pada tahun kemarin. Setelah pelantikan ini, otomatis mereka bisa menjalankan profesi sebagai kuasa hukum.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokasi Indonesia (DPC PERADI) Jember sekaligus Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional PERADI, Zaenal Marzuki mengungkapkan bahwa angkatan IX PKPA PERADI Jember masuk dalam sepuluh besar tingkat nasional, karena hampir 90 persen lulus dan memenuhi seleksi advokat sesuai standarisasi.

Proses kualifikasi sendiri telah dilakukan oleh organisasi (PERADI) mulai dari tingkat pendidikan, ujian, hingga lulus dan pengangkatan. Setelah itu mereka diambil sumpah oleh Pengadilan Tinggi atas nama Mahkamah Agung (MA) dalam rangka kepentingan berpraktek.

Ia berharap agar angkatan IX PKPA DPC PERADI Jember semakin meningkatkan kualitas. Baik dari sisi penguasaan praktek, kode etik, maupun semua ketentuan yang mengikat dalam profesi termasuk anggaran dasar. “Angkatan IX ini memang luar biasa, baik dalam prestasi maupun standardisasi semua terpenuhi,” kata Zaenal.

Dalam kesempatan yang sama, Ichwan Nur Muslim didampingi Edi Nasrul, SH, mewakili advokat dari angkatan IX menyatakan kesiapan untuk mulai beracara usai disumpah.

“Harapan kami yang sudah disumpah bisa menegakkan keadilan di negara ini karena kebanyakan orang yang awam tentang hukum justru dipermainkan oleh hukum,” ucap Ichwan.

Ia bersama sembilan belas rekan lain akan terus kompak dan solid serta melakukan diskusi terkait undang – undang yang baru maupun segala ketentuan yang ditetapkan organisasi agar tidak melanggar kode etik yang sudah ada.

Ketua Pengadilan Tinggi Jatim H. Abdul Kadir SH, MH, mengatakan, penyumpahan advokat sesuai ketentuan undang- undang. Penyumpahan advokat dari PERADI berdasar surat MA bahwa Pengadilan Tinggi memiliki wewenang untuk menyumpah advokat. (lely)