Probolinggo,(bisnissurabaya.com) – Program Penilaian Peringkat Kinerja Lingkungan Hidup atau yang selanjutnya disebut Proper, merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mendorong perusahaan untuk dapat memitigasi risiko dalam pengelolaan lingkungan. Juga menjadi efektif dan efisien dalam proses produksi, dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang sistematis, sehingga mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan di sekitar perusahaan.

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero), sudah sejak lama mengikuti Proper. Dan pada 2016 berhasil meraih empat penghargaan Proper Hijau serta tiga penghargaan Proper Biru,” kata Dirut PT PJB, Iwan Agung Firstantara, Selasa (12/12).

Menurut Iwan Agung Firsantara, penghargaan Proper Hijau menunjukkan bahwa PT PJB telah berhasil menerapkan kaidah-kaidah Proper di dalam proses produksinya. Yaitu dengan tetap memperhatikan upaya-upaya yang mengarah pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut dikatakan Iwan, Unit Pembangkitan Paiton (UP Paiton) merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB). Pembangkit ini berada di kompleks pembangkit listrik di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pembangkit ini mengoperasikan 2 PLTU berkapasitas 2 x 400 MW.

“PJB UP Paiton pun berkomitmen secara konsisten turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat melalui pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan program CSR yang dilaksanakan PJB UP Paiton selalu diselaraskan dan merupakan program relevan dengan kondisi masyarakat,” katanya.

Menangkap berbagai tantangan dan potensi yang dihadapi para petani di Kecamatan Paiton, CSR PJB UP Paiton berinisiatif membantu dengan membawa alternatif penerapan metode pertanian organik. Semula, metode pertanian organik ini sudah dilakukan seorang petani, Abdul Nasir secara otodidak.

Abdul Nasir mulai membuat pupuk dari kotoran ternak yang juga belum terkelola dan termanfaatkan dengan baik. Upaya dan semangat Abdul Nasir juga didukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, dengan penyelenggaraan pelatihan pertanian organik bersamaan petani lain. (yus)