Probolinggo,(bisnissurabaya.com)-Saat mendengar kata “Gili” sudah tentu yang ada dalam benak kita adalah sebuah pulau kecil yang eksotis. Yaaaaa….., namun apakah anda tahu bahwa Pulau Gili tak hanya ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kini di Probolinggo Jawa Timur (Jatim)  juga memiliki Gili Ketapang. Pulau kecil yang menawarkan keindahan alam bawah laut yang tak kalah dengan Pulau Gili-gili yang ada di NTB.

Lokasi Pulau Gili Ketapang ini sekitar delapan kilo meter dari laut lepas Pantai Utara Probolinggo yang secara administratif berada di Selat Madura. Untuk dapat sampai di pulau ini, satu-satunya angkutan umum yang digunakan adalah perahu motor melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dimana waktu yang diperlukan untuk sampai di Pulau Gili Ketapang ini kurang lebih 45 menit.

Pulau yang disebut-sebut sebagai surganya para pecinta snorkeling ini menawarkan berbagai keindahan alam yang masih asri, seperti terumbu karang, Goa Kucing, area camping tepi pantai dan Finding Nemo yang menjadi primadona para pengunjung wisata Gili Ketapang ini.

Untuk dapat menikmati snorkeling di pulau yang mayoritas penduduknya orang Madura ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan beaya Rp 80.000 hingga Rp 150.000 per orang, sesuai dengan paket wisata yang diinginkan. Namun, di tengah suguhan pasir putihnya yang rupawan ada beberapa hal yang sangat disayangkan saat berkunjung kepulau ini.

Yaitu, banyaknya sampah yang berserakan disekitar bibir pantai yang bisa merusak kelestarian pulau ini ditambah lagi tidak adanya fasilitas pendukung seperti tong sampah.Selain itu, adanya peliharaan kambing milik warga yang dibiarkan berkeliaran hingga membuat para pengunjung merasa kurang nyaman. Namun, semua itu tak mengurangi sedikitpun pesona alam yang ditawarkan pulau yang sejak satu tahun lalu telah menjadi destinasi wisata itu.

Dalam Kisahnya, menurut cerita masyarakat setempat, Gili Ketapang sendiri awal mulanya merupakan satu daratan dengan Desa Ketapang, Madura. Kemudian, setelah terjadi peristiwa meletusnya Gunung Semeru beberapa tahun silam, daratan itupun akhirnya terpisah satu sama lain. Untuk itu mengapa pulau ini dinamai Gili Ketapang. (han)