Peran Akademisi Dalam Mensosialisasi dan Mengkompilasi Laporan Keuangan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk Kepentingan Audit Pihak Independen sebagai Monitoring Pemerintah

172

(bisnissurabaya.com) – Secara umum, audit adalah proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

Sedangkan dari sudut pandang akuntan publik, audit sebagai pemeriksaan (examination) secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.

Sementara itu ada pihak lain yang memberikan definisi sebagai penilaian atas suatu perusahaan atau badan hukum lainnya (termasuk pemerintah) sehingga dapat dihasilkan pendapat yang independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat, lengkap, dan disajikan secara wajar. Audit keuangan biasanya dilakukan oleh firma-firma akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan.

BKM adalah Badan Keswadayaan Masyarakat yang merupakan lembaga masyarakat warga (civil society organization), yang pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai wadah masyarakat untuk bersinergi dan menjadi lembaga kepercayaan milik masyarakat, yang diakui baik oleh masyarakat sendiri maupun pihak luar, dalam upaya masyarakat membangun kemandirian menuju tatanan masyarakat madani (civil society), yang dibangun dan dikelola berlandaskan nilai-nilai universal (value based).

Penting untuk di tegaskan bahwa dana-dana yang ada dan dikelola oleh BKM melalui UP-UP BKM, adalah milik seluruh masyarakat kelurahan/desa dan di manfaatkan bagi kepentingan penanggulangan kemiskinan di kelurahan/desa yang bersangkutan. Agar bantuan PNPM MP tepat sasaran dan optimal dalam pemanfaatannya, dalam pedoman PNPM MP dipersyaratkan bahwa setiap tahun atau 1 kali dalam setahun BKM harus mengauditkan dirinya agar masyarakat percaya bahwa selama satu tahun ini BKM, sudah melaksanakan pengelolaan keuangan bantuan PNPM MP secara benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

Oleh karena itu perlu adanya suatu bentuk Transparansi dan Akuntabilitas dari BKM sebagai wujud dari Prinsip dan nilai kemanusiaan yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), sehingga masyarakat khususnya BKM belajar dan melembagakan sikap bertanggung jawab serta tanggung gugat terhadap pilihan dan keputusan dan kegiatan yang dilaksanakan.

Untuk hal tersebut diatas peran akademisi disini diperlukan dalam sosialisasi didalam menyiapkan kebutuhan audit atas BKM dengan memberikan pendampingan atau jasa pelatihan penyusunan laporan keuangan.

Dengan adanya peran akademisi dalam pendampingan dapat meminimalisir kesalahan dalam penyimpangan/penyalahgunaan pemanfaatan dana kegiatan. Selain peran sebagai konsultan juga sebagai monitoring atas laporan keuangan yang telah disusun oleh masyarakat.

Latar belakang pendidikan masyarakat penerima dana BKM yang kebanyakan bukan sarjana akuntansi dapat menyebabkan tingginya tingkat kesalahan pencatatan dikarenakan minimnya pemahaman tentang akuntansi. Sedangkan masyarakat dituntut untuk bisa menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana yang diserap kepada pemerintah.

Disinilah peran akademisi sebagai pendamping untuk melakukan sosialisasi dan kompilasi laporan keuangan untuk unit pengelola keuangan BKM, sebelum dilakukan audit oleh Kantor Akuntan Independen. Kompilasi merupakan suatu bentuk penyajian dalam bentuk laporan keuangan berdasarkan dokumen transaksi dan dokumen lain yang terkait dengan keuangan perusahaan sehingga menjadi laporan keuangan yang utuh dan lengkap sesuai standar akuntansi keuangan yang berterima umum untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan apapun terhadap laporan keuangan. Karena KAP Independen tidak dibolehkan menerima jasa kompilasi dan melakukan jasa audit untuk obyek yang sama. Maka disinilah peran akademisi mencakup dosen dan mahasiswa bisa peran aktiv didalam melakukan sosialisasi dan kompilasi laporan keuangan sebelum dilakukan proses audit Independen oleh Kantor Akuntan Publik(KAP).

Untuk itu diperlukan adanya kerjasama didalam penyusunan laporan keuangan BKM sebagai pertanggungjawaban penerimaan dana dari pemerintah. Usaha yang dilakukan adalah dengan pemberian pelatihan dan konsultasi-konsultasi akuntansi pada BKM sebagai penerima dana. Peran Akademisi bukan hanya sekedar menyusun laporan keuangan tetapi juga membantu mengawasi proses pencatatan pembukuan dan juga perihal menata administrasi sesuai aturan yang ada.

Selain membantu didalam menyusun laporan keuangan Dosen dan mahasiswa sebagai pihak akademisi dapat membantu didalam pemberian konsultasi atau bimbingan untuk meningkatkan kesejahteraan mengenai produk yang dihasilkan,pengemasaan produk dan menghitung biayanya, dilakukan KSM dibawah binaan BKM merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Pelatihan bisa dilaksanakan di lokasi kampus, atau pun dilokasi BKM dengan melibatkan dosen dan mahasiswa.