Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Setahun lebih pandemi Covid melanda. Dampaknya, aktivitas ekonomi lesu. Salah satunya, jasa cuci mobil. Konsumen sepi akibat warga malas ke luar rumah.

Tak ingin menyerah, pelaku usaha jasa cuci mobil tetap bergerak. Bedanya, protokol kesehatan/prokes diterapkan ketat di bengkel. Sebelum mobil dicuci, sejumlah bagian mobil disemprot disinfektan. Sehingga, menghindari penularan virus Covid.

Penerapan prokes ini dikenal dengan adaptasi kebiasaan baru/AKB. Pedoman prokes dipegang kuat pelaku jasa pencucian mobil.

Seperti terlihat di kawasan Delta Niaga Selatan Deltasari Waru Sidoarjo. Usaha jasa di tengah perkampungan padat penduduk ini mau tidak mau taat dan patuh pada prokes agar konsumen percaya mencuci mobil di MoMo Carwash, dijamin aman, bersih dan bebas covid.

‘’Sejak wabah corona merebak Maret tahun lalu hingga sekarang, jasa pencucian mobil ini sangat terpukul. Sebab, omzet turun hingga 30 persen,’’ kata Owner MoMo Car Wash, Chindar, kepada bisnissurabaya.com di Sidoarjo Kamis (10/6).

Sadar akan penurunan, konsumen yang cukup signifikan usaha mikro kecil menengah/UMKM dibidang jasa cuci mobil ini pada awal pandemi melanda ini justru membuat pelaku usaha mawas diri.

Dimana jumlah konsumen mengalami penurunan yang drastis dikarenakan banyak orang yang takut untuk keluar rumah. Namun, pada saat era new normal dimulai para konsumen mulai kembali berdatangan.

Hal ini, tidak lain karena MoMo Car Wash menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari saat mobil diterima, dimana para konsumen wajib memakai masker. Selain itu, sebelum dicuci bagian dalam mobil disemprot desinfektan terlebih dahulu pada bagian yang sering disentuh tangan pengemudi.

Seperti setir kemudi, perseneleng, hand rem dan dashboard. Setelah itu baru mobil memasuki tahap pencucian. Seperti biasa, dengan karyawan wajib memakai masker saat bertugas.

Kemudian, setelah dicuci, mobil akan masuk tahap pengeringan untuk
menghilangkan kotoran yang masih menempel. ‘’Semua prosedur tersebut dilakukan dengan prokes yang ketat, dimana semua karyawan wajib memakai masker,’’ kata wanita berhijab yang mantan karyawan sebuah radio swasta di Surabaya ini.

Berkat penerapan protokol kesehatan ini, kini jasa cuci mobil miliknya yang didirikan sejak Juli 2016 ini dapat bertahan di tengah pandemi. Dimana para konsumen merasa aman dan nyaman dikarenakan kebersihan mobil yang dicuci selalu dijaga guna memutus rantai penyebaran covid-19.

Chindar, yang didampingi suaminya Putro Pamungkas, ini berharap wabah corona segera berlalu. Sebab, banyak UMKM yang gulung tikar karena tidak mampu melawan ganasnya wabah ini.

Ia mengajak pelaku UMKM khususnya yang bergerak dibidang jasa ini untuk tetap disiplin menerapkan prokes demi memutus mata rantai corona. (bw)