Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan 22.000r ekor benih lobster atau benur di Pantai Unam, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur/Jatim. Rencananya, 22.000 benih lobster yang merupakan jenis pasir dan mutiara senilai Rp 800 juta tersebut akan diselundupkan ke Jawa Tengah/Jateng.

Polisi menggagalkan penyelundupan sekitar 22.000 ekor benih lobster atau benur di Pantai Unam, Kabupaten Trenggalek. Kronologi pengungkapan, tersangka W, ditangkap saat mengendarai mobil dengan nopol F 1336 QR dengan membawa tiga kardus berisi masing-masing 25 kantong dan 22 kantong bibit lobster. Di dalam kantong plastik tersebut ada 200 hingga 250 ekor bayi lobster yang diletakkan di dalam bagasi mobil dan rencananya diberikan kepada seorang berinisial P di Solo.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan bibit lobster tersebut, ketika polisi menangkap seorang tersangka berinisial W asal Wonogiri, Jateng. “Barang bukti yang berhasil diamankan adalah benih udang lobster sebanyak 22.000 ekor jenis pasir dan mutiara. Juga ransel, ponsel dan mobil nopol F 1336 QR ikut diamankan,” Klkata Gatot Repli Handoko, di Surabaya Kamis (10/6).

Ia menambahkan, penyelundupan bibit lobster tersebut dapat berdampak pada sumber daya alam kelautan, khususnya udang lobster yang akan mengalami penurunan populasi. Dalam kasus penyelundupan bibit lobster, tersangka W dijerat pasal 92 juncto pasal 26 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja juncto UU nomor 25 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. (farid/stv)