Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebuah komunitas benda kuno di Surabaya pamerkan beragam barang antik dan jadul di sebuah pusat perbelanjaan di Kawasan Surabaya Barat. Salah satunya, sebuah buku yang ditulis dengan aksara kuno di daun lontar, yang diperkirakan dibuat pada abad ke-14, yang diyakini bekas milik petinggi masa Kerajaan Majapahit.

Pameran ini diharapkan mampu membangkitkan gairah bagi industri kreatif di tengah pandemi covid-19. Pameran dan bursa barang antik ini digelar Surabaya Vintage Community, di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Barat Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Beragam barang kuno dan jadul serta memiliki nilai historis di pamerkan. Salah satunya sebuah buku yang ditulis di atas daun lontar yang diperkirakan dibuat pada abad ke-14. Buku ini didapat oleh William Vroegop, seorang pria berdarah Belanda yang tinggal di Indonesia.

“Awalnya membeli buku tersebut sebanyak 5 buah dari seorang asal Jakarta saat berada di kota Den Haag, pada 1972. Setelah membawa ke museum, buku tersebut diyakini dibuat pada abad ke-14, yang berisi tentang obat-obatan,” kata William A.J. Vroegop, Pemilik Buku Lontar, di Surabaya Rabu (9/6).

Pameran bertema Soerabaia Heritage festival ini digelar untuk merangsang kembali ekonomi kreatif yang terdampak pandemi covid-19 sejak setahun terakhir. Peserta berasal dari beberapa kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang hingga Jakarta. Terdapat beberapa kategori benda kuno. Diantaranya moped atau motor sepeda uang kuno, filateli, jam tangan, barang antik dibawah tahun 50-an, barang jadul antara tahun 1960 hingga 90-an, bahkan arsip kuno asli.

“Meski mengalami penurunan pengunjung, dampak pandemi covid-19, panitia optimis pameran ini mampu bersaing sebagai upaya membangkitkan ekonomi kreatif,” kata Ketua Panitia Pameran, Ali Budiono.

Sementara, buku lontar ini nantinya akan disimpanpinjamkan ke beberapa museum di Jatim. (bw)