Blitar, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah pedagang perlengkapan dan oleh-oleh haji di Kota Blitar mengaku kehilangan omzet hingga 90 persen, sejak pemerintah mengumumkan pembatalan haji tahun 2021, akibat pandemi covid-19. Bahkan, sejumlah pemilik toko terpaksa merumahkan sebagian karyawannya karena tak kuat memberikan gaji.

Beginilah kondisi salah-satu toko perlengkapan dan oleh-oleh haji serta umroh yang berada di Jalan Bali, Kota Blitar. Hampir setiap hari toko milik Dwi Prasetyono, ini sepi pembeli. Hal ini disebabkan selain pandemi covid-19, juga dipicu adanya kebijakan pemerintah yang membatalkan pemberangkatan haji dan umroh tahun 2021.

Akibatnya, Dwi mengaku, mengalami kerugian yang cukup signifikan. “Omset saya turun 90 persen dibanding sebelumnya,” kata Dwi, di Blitar Rabu (9/6). Padahal, ia harus menanggung sejumlah karyawan dan biaya operasional.

Beban berat tersebut terpaksa dilakukan efisiensi besar-besar-an dengan merumahkan sebagian karyawannya. Bahkan, dilain toko mulai tutup dan gulung tikar akibat pembatalan musim haji dan umroh ke tanah suci akibat pandemi covid-19.

Sementara itu, Dwi, meminta kepada pemerintah untuk bijak dalam menangani pemberangkatan haji dan umroh. Jika tidak, bukan saja pedagang perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umroh yang gulung tikar, tapi pengusaha trevel dan transportasi juga akan koleb. (khoirul/stv)