Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Sengketa lahan seluas 1.000 meter persegi yang dilakukan warga di Kabupaten Bojonegoro dengan salah satu petinggi organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, akhirnya dimenangkan warga. Hal tersebut berdasarkan hasil putusan sidang di Pengadilan Negeri/PN Bojonegoro.

Inilah lahan seluas 1.000 meter persegi milik Painem, warga Desa Jono Kecamatan Temayang Bojonegoro Jawa Timur/Jatim. Lahan yang terletak di pinggir jalan penghubung Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Nganjuk ini selama puluhan tahun diperebutkan oleh Painem dan Witono yang merupakan salah satu petinggi Ormas Pemuda Pancasila di Kecamatan Temayang Bojonegoro.

Namun, beberapa hari yang lalu, PN Bojonegoro menetapkan lahan tersebut dimenangkan dan sah dimiliki Painem.

Hal tersebut berdasarkan putusan PN Bojonegoro nomor jaminan, 20231, PN BJN. Menurut Painem, lahan seluas 1.000 meter persegi itu dibeli pada 2004 silam oleh keluarga Pitono yang pada waktu itu merupakan sopir dari keluarga Painem sebesar Rp 45 juta. Namun, sertifikat tanah tersebut masih menjadi jaminan pinjaman bank membuat Painem hanya memberi Rp 43 juta dan akan dilunasi ketika sertifikat itu sudah keluar dari bank.

Namun, setelah sertifikat tersebut keluar bukan malah menjadi hak Painem, sertifikat tersebut beralih nama dari pemilk semula Wakiran yang merupakan ayah dari Pitono menjadi Pitono.

Hal tersebut menjadi awal permasalahan sengketa lahan tersebut. Sementara pihak keluarga Painem, yang ingin mengelola lahan tersebut dengan ditanami pohon pisang dirusak oleh sekelompok pemuda. Menurut informasi dari warga, rencanaya lahan tersebut akan dijadikan kantor salah satu ormas di Kecamatan Temayang Bojonegoro. (mulyanto/stv)