Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus covid-19 di Bangkalan Madura meningkat, membuat Wali Kota Surabaya memblokade Jembatan Suramadu. Ribuan kendaraan yang terlanjur melintas masuk Surabaya langsung dihentikan dan wajib SWAB.

Akibatnya, terjadi kemacetan parah di akses Suramadu sisi Surabaya. Dari kebijakan blokade dan wajib SWAB, bagi pengendara yang masuk ke Surabaya ini, dalam waktu kurang dari 30 menit mendapati 5 orang pengendara positif covid-19.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung melakukan kebijakan blokade pengendara di pintu keluar Jembatan Suramadu yang akan menuju ke pusat Kota Surabaya. Dibantu pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ribuan kendaraan, baik roda dua dan empat, yang datang dari Bangkalan Madura menuju Surabaya diminta berhenti, dan wajib mengikuti SWAB antigen on the spot yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Hanya, dalam waktu 30 menit, ditemukan 5 orang pengendara yang positif dan langsung dibawa ke tempat karantina Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur/Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, serta Bupati Bangkalan, terkait blokade Suramadu dan wajib SWAB antigen ini.

Blokade dilakukan, karena 3 kecamatan di Bangkalan Madura , yakni, Kecamatan Bangkalan, Klampis dan Arosbaya dilockdown karena kasus corona-nya tinggi. Saat dilakukan SWAB anti gen on the spot di pintu keluar Suramadu sisi Surabaya, ditemukan sejumlah pengendara positif covid-19, yang ternyata di luar 3 kecamatan yang saat ini lockdown,” kata Eri Cahyadi, di Surabaya Minggu (6/6).

Sementara, kebijakan melakukan blokade akses Suramadu ini sempat mendapatkan protes dari pengendara kendaraan yang mengaku petugas SWAB terlalu lama melayani. Sehingga pengendara yang membawa anak-anak merasa tidak nyaman.

Hingga Senin (7/6) pagi , sudah ditemukan 84 pengendara yang positif setelah dilakukan tes antigen di Suramadu. Bahkan, Eri, menegaskan bahwa pada saat penyekatan itu ditemukan satu pasien Rumah Sakit Husada utama yang diantar oleh empat orang.

Wali Kota Eri, memastikan, penyekatan dan tes antigen itu akan dilakukan tiga shift dan direncanakan akan berlangsung selama 24 jam setiap harinya. Ia menegaskan, penyekatan dan tes antigen ini akan terus dilakukan hingga ada evaluasi lebih lanjut dari Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim. (stady/stv)