Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Selama April 2021 neraca perdagangan Jawa Timur/Jatim masih defisit, yakni sebesar 452,22 juta dollar AS. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan, mengatakan, defisit ini disebabkan karena adanya selisih nilai perdagangan yang negatif pada sektor nonmigas maupun pada sektor non migas.

“Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar 277,75 juta dollar AS sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami defisit sebesar 174,47 juta dollar AS,” papar Kepala BPS Jatim  Dadang Hardiwan dalam rilis, Senin (7/6).

Sementara secara kumulatif, selama Januari – April 2021, neraca perdagangan Jawa Timur juga masih mengalami defisit sebesar 1,19 miliar dollar AS. Hal ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas maupun sektor nonmigas yang sama-sama mengalami defisit.

Adapun defisit neraca perdagangan sektor migas adalah sebesar 1,06 miliar dollar AS. Sedangkan defisit neraca perdagangan sektor nonmigas adalah sebesar 138,29 juta dollar AS. Kondisi ini membuat kinerja kedua sektor tersebut perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur berubah menjadi surplus di periode berikutnya.

“Disamping itu perlu diupayakan untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas,” pungkasnya. (bw)