Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kabupaten/Pemkab Mojokerto memiliki cara tersendiri dalam pemulihan ekonomi nasional/PEN di masa pandemi. Salah satunya, melalui penguatan Industri Kecil Menengah/IKM.

Hebatnya, mereka dikolaborasikan dengan industri swasta, menghasilkan produk berkualitas ekspor ke Korea Selatan/Korsel. Produk yang dihasilkan jenis furniture, kerjasama dengan perusahaan multinasional PT Wangsa Adi Guna General Contractor and Furniture, serta PT Pangeston Industrial Paint, Inks and Thinner. Sejumlah IKM di Kabupaten Mojokerto dilibatkan.

Mereka memproduksi cor Kuningan Desa Bejijong. Meski pandemi, nilai ekspor yang dikirimkan cukup fantastis. Tembus Rp 200 juta.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menegaskan, pandemi membawa dampak ekonomi cukup parah. Khususnya UMKM. Salah satu persoalannya ketersediaan pasar.

“Kolaborasi ini, menjadi salah satu solusi pemecahan masalah bagi para pelaku IKM, khusunya dalam masa sulit pandemi Covid-19,” kata Bupati Ikfina. Ia menjelaskan, pandemi membuat IKM kesulitan mencari sasaran pasar. Belum lagi ditambah masalah modal.

Kerjasama ini sangat baik, dan bisa jadi salah satu solusi. “Kita mengakui memang persaingan pasar ekspor sangat ketat. Apalagi dengan negara China, yang mampu produksi barang sama dengan harga lebih murah. Karena apa, ongkos tenaga kerja mereka lebih murah,” tegasnya. Karena itu, pihaknya menekankan kualitas, kuantitas dan tepat waktu pengiriman.

Bupati menambahkan, data dari Provinsi Jatim perdagangan barang di Jawa Timur/Jatim mengalami surplus meski dalam pandemi Covid-19. “Ekspor barang ke luar negeri memang ada penurunan. Namun, sayap perdagangan ekspor ke antarprovinsi malah naik dan meningkat atau surplus. Ke depan untuk Kabupaten Mojokerto, saya berharap agar Disperindag bisa memfasilitasi,” tandasnya.

Owner PTWangsa Adi Guna, Eric, menerangkan, nilai ekspor kali ini ditaksir sekitar Rp 200 juta. Eric, berharap, agar kolaborasinya dengan para pelaku IKM di Kabupaten Mojokerto, bisa terus berkelanjutan.

“Nilai ekspor hari ini sekitar Rp 200 juta per kontainer. Pasar Korea Selatan sangat bersaing, karena diserbu eksportir negara lain juga. Langkah kami untuk mengawali ekspor ini adalah fokus pada kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu pengiriman,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya berencana meningkatkan omset, hingga diarahkan untuk berimitra dengan cor kuningan Trowulan (penyedia handle furniture kami) dan IKM furniture untuk pembuatan bagian kaki meubel. “Semoga kemitraan ini, membantu pendapatan IKM yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” tegasnya. (bw)