Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Para pelaku wisata di Kabupaten Banyuwangi mendapatkan layanan khusus dalam program vaksinasi Covid. Mereka diberikan layanan drive thru untuk mendapatkan  vaksin. Selain bebas antre, vaksinasi drive thru ini berlangsung singkat. Hanya 10 menit, peserta sudah selesai divaksin.

Layanan vaksinasi drivethru digelar di GOR Tawangalun, Kamis (3/6) pagi. Layaknya layanan drive thru  umumnya, peserta tak perlu turun dari kendaraan. Mulai pendaftaran, screening hingga suntikan vaksin dilakukan di atas kendaraan. Petugas yang mendekat ke penerima vaksin.

“Ini pertama kali di Jatim, vaksinasi pakai drive thru. Ini untuk kalangan pelaku wisata supaya bisa cepat tervaksin,” kata juru bicara Satgas Covid Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono. Dalam sehari, pihaknya mentargetkan  bisa memvaksin hingga 400 orang.

Sehingga, target vaksinasi ke pelakua wisata bisa selesai maksimal 5 hari. “Target kita 1.700 orang. Mereka kalangan pelaku wisata. Seperti pemandu wisata, pegawai hotel, agen travel dan lainnya,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi ini.

Vaksin yang digunakan, lanjut Rio, jenis AstraZeneca. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Mereka yang divaksin tidak perlu antre lama. Sebab, nama mereka sudah terdata di data base Dinas Kesehatan. Sehingga, begitu mendaftar, nama dan nomor NIK peserta akan muncul.

Kemudian, diarahkan melewati tenda screening. Usai divaksin, peserta diberikan waktu 15 menit untuk observasi. Pihaknya berharap vaksinasi pelaku wisata bisa berdampak positif bagi dunia pariwisata. Meski sudah divaksin, para pelaku wisata tetap ditekankan mematuhi protokol kesehatan.

Setelah pelaku wisata, vaksinasi massal drive thru akan menyasar para ojek online. Jumlahnya masih proses pendataan. Menurut Rio, sejak vaksinasi massal digelar, pihaknya sudah memvaksin sebanyak 88.080 orang.

Terdiri dari, tenaga kesehatan 6.080 orang dan petugas pelayanan publik sebanyak 82.000 orang. Terbaru, para lansia mencapai 46.581 orang dari target 87.923 orang. “Warga yang tidak mau divaksin sudah kita berikan warning sanksi. Jadi, harus ikut vaksin jika memenuhi syarat,” pungkasnya. (wir)