Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan/Gemarikan mulai dilakukan di Kabupaten Tulungagung, Kamis (3/6). Kampanye yang bertujuan untuk mensosialisasikan makan ikan kepada masyarakat di Kab. Tulungagung itu menjadi agenda ke-12 dari 17 daerah yang dirancang Kementerian Kelautan sejak 2004.

“Saya selaku Ketua Forikan JatimĀ  mengucapkan terimakasih. Apalagi kegiatan ini mendukung untuk peningkatan angka konsumsi ikan, dimana hal ini juga salah satu faktor pendukung penurunan angka stunting di Jawa Timur, khususnya di Tulungagung,” kata Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak.

Disisi lain, istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini pun mengapresiasi kepada daerah yang memiliki julukan ‘Kabupaten Marmer’ ini. Karena, berdasarkan data Pemkab Tulungagung, jumlah stunting pada bulan timbang, Agustus 2020 mencapai 2.901 anak dengan jumlah prevalensi stunting sebesar 5.51 persen.

“Angka ini sudah mengalami penurunan 3 persen dibanding bulan timbang tahun 2019, yaitu sebanyak 2.990 anak. Hasil ini merupakan pembuktian komitmen usaha dan kerja keras untuk menuntaskan balita Tulungagung dari stunting, ini hal luar biasa,” ujar mantan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek ini.

Arumi berharap, dengan adanya kegiatan Gemarikan, dapat membantu percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tulungangung menjadi lebih baik. Banyaknya kandungan gizi pada ikan, diharapkan dapat semakin menumbuhkan dan mempercerdas otak anak-anak di Kabupaten Tulungagung.

“Salah satu yang terus kita lakukan adalah mensosialisasikan pangan dan gizi yang baik khususnya untuk balita. Kami dari Forikan percaya betul ikan memiliki gizi yang baik untuk anak-anak karena protein yang lengkap disamping memiliki harga yang terjangkau,” ujar Arumi.

“Untuk itu tidak ada alasan untuk kembali meningginya angka stunting,” imbuhnya. Guna meningkatkan konsumsi ikan dan mendukung gerakan nyata Gemarikan, dalam kegiatan itu Pemprov Jatim juga memberikan bantuan ikan segar gurame dan nila. Selain itu, 200 paket produk olahan ikan juga diberikan secara simbolis berupa produk olahan hasil perikanan beku dan kering.

Nantinya, 200 paket tersebut akan diberikan di Kec. Rejotangan sebanyak 101 paket, Kec. Kedungwaru 60 paket, Kec. Ngunut 27 paket, Kec. Bandung 8 paket dan Kecamatan Kota 4 paket.

“Hal ini merupakan langkah nyata yang sangat baik. Dengan adanya paket bantuan ini diharapkan dapat menyentuh substansi dari pencegahan dan penanganan balita stunting. Sehingga dapat menanggulangi bukan hanya kepada balita stunting, namun juga kepada masyarakat pada umumnya. Sehingga intervensi penurunan balita stunting dapat terlaksana dengan baik,” jelas Arumi.

Sementara di tahun sebelumnya, Pemkab Tulungagung bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung telah mendukung dan melaksanakan kampanye Gemarikan. Kegiatan itu juga memberikan bantuan ikan segar dan produk olahan ikan sebanyak 1.483 paket, tersebar di 10 kecamatan di Kab. Tulungagung.

Arumi, menyampaikan, pencapaian konsumsi ikan di Jatim saat ini sudah mencapai 41,44 kilogram/kapital per tahun. Sementara untuk Kabupaten Tulungagung sendiri, angka konsumsi ikan mencapai 37,04 kilogram/kapital per tahun.

“Ini menandakan kalau di Jawa Timur dalam satu tahun, satu orang hanya mengkonsumsi rata-rata 41 kilogram, sementara di Tulungagung dalam satu tahun, satu orang hanya mengkonsumsi 37 kilogram. Angka ini masih banyak ruang untuk ditingkatkan,” kata Arumi.

Ia berharap, tingkat konsumsi ikan di Tulungagung agar terus ditingkatkan. Diharapkan hasilnya secara tidak langsung akan berseiring dengan menurunnya angka stunting dan berimbas pada peningkatan kualitas generasi mudanya.

“Apresiasi ini bukan diberikan untuk pemkab saja, namun kepada seluruh lini masyarakat. Karena kalau berbicara tentang anak, merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya orang tua,” pesan Arumi. (bw)