Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah kota/Pemkot Surabaya bergerak cepat menangani penghuni rumah susun/Rusun yang kedapatan positif Covid. Pasca-swab massal, sebanyak 50 orang penghuni rusun di Surabaya positif Covid.

Hasil ini diketahui setelah Pemkot Surabaya menggelar tes SWAB massal di 18 rusun se-Surabaya. Pasca kejadian, seluruh penghuni rusun akan dilakukan vaksinasi Covid-19.

Penegasan ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febriani Rachmanita, Rabu (2/6). Menurut dia, vaksinasi massal sebagai langkah antisipasi penularan kembali Covid.
“Pemkot akan melakukan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh penghuni rusun di Surabaya. Kami bekerjasama dengan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya untuk pendataan warga rusun yang akan divaksin,” tegasnya.

Jika penghuni menolak vaksin akan disanksi larangan tinggal di rusun. Pihaknya juga menggencarkan penyemprotan desinfektan di lingkungan rusun, serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Rencana massal ini bukan tanpa alasan. Dinas Kesehatan Surabaya menyebut dari hasil tes SWAB massal yang digelar di 18 rusun se-Surabaya, terdapat 50 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Total 10.240 orang penghuni rusun yang mengikuti tes SWAB. Dari 50 orang tersebut, separuh lebih berasal dari Rusun Penjaringan Sari.

Dia menambahkan, kebanyakan yang terkonfirmasi positif Covid sudah berusia produktif dan tidak memiliki gejala. Selain itu, dari hasil tracing atau penelusuran, kebanyakan mereka setelah bepergian dari luar kota.

Saat ini, mereka semua sudah dirawat di Asrama Haji Surabaya. Namun, sudah ada yang pulang karena ketika telah mendapat perawatan selama beberapa hari, banyak yang hasil SWAB-nya telah negatif. (bw)