Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penghuni rumah susun/Rusun Penjaringan Sari Rungkut, Surabaya, bisa bernafas lega. Ini setelah mereka menjalani tes SWAB massal. Sehingga, dipastikan tak ada kluster baru penularan Covid di daerah tersebut.

SWAB massal melibatkan tim SWAB Hunter milik Pemkot Surabaya. Sedikitnya, sebanyak 18 rusun menjadi sasaran SWAB massal. Langkah ini menyusul ditemukannya 12 warga penghuni rusun yang positif Covid. ‘

’SWAB massal di 18 rusun di Surabaya ini untuk mengantisipasi penularan Covid-19 dan munculnya klaster baru. Diharapkan, para penghuni rusun bersedia dan berpartisipasi dalam SWAB massal yang dilakukan Pemkot Surabaya,’’ kata Sekretaris Tim Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya, Irvan Widyanto, di Surabaya Rabu (2/6).

Menurut dia, dalam melakukan SWAB massal, pihaknya menurunkan Tim SWAB Hunter. Mereka dari puskesmas terdekat dari lokasi rusun yang di SWAB. Seperti tim SWAB Hunter Puskesmas Rungkut yang melakukan SWAB di Rusun Penjaringan Sari dan Rusun Wonorejo.

Pihaknya berharap, dengan SWAB bisa segera memutus mata rantai penyebaran Covid. Dan, menghindari munculnya klaster baru.
Salah seorang warga rusun mengaku senang bisa mengikuti SWAB massal.

Sebab, bisa mendeteksi dini penularan Covid-19. Warga rusun juga sempat kawatir setelah adanya 12 orang di Rusun Penjaringan Sari terkonfirmasi Covid-19. “Ini cukup melegakan kami. Jadi, bisa diketahui kepastian yang tertular atau tidak,” jelas warga tersebut.

Sementara itu, 12 Warga Rusun Penjaringan Sari yang diketahui terkonfirmasi positif langsung dibawa ke Asrama Haji Sukolilo untuk isolasi dan perawatan. Pemkot Surabaya juga akan melakukan tracing terhadap 12 warga rusun yang positif Covid. Sehingga, diketahui asal dari penularannya. (bw)