Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan aturan pelaksanaan sholat Idul Fitri di masa pandemi. Warga diperbolehkan menggelar sholat Id bersama sesuai zona lokasi. Bagi zona merah, warga diminta sholat Id di rumah.

Sedangkan zona orange dan kuning, warga diperbolehkan sholat Id di masjid atau lapangan maksimal 50 persen. Khusus zona orange, maksimal 15 persen dari jumlah warga setempat. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur tahun ini warga bisa menggelar sholat Id sesuai zonasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat/PPKM, baik mikro maupun kelurahan.

Hal ini berdasarkan SE Gubernur Jatim tentang pelaksanaan sholat Id berdasarkan zonasi PPKM mikro. “Alhamdulillah, berdasar zonasi tersebut, kalau setingkat desa, di Banyuwangi hanya ada tiga RT di satu desa yang tidak diperbolehkan menggelar solat Id di masjid atau lapangan. Sebab, karena masuk zona merah. Warga dengan tegas diimbau melakukan sholat Id di rumah saja. RT selebihnya, silahkan menggelar namun dengan prokes yang ketat,” kata Ipuk usai rakor penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1442 H, Senin (10/5) sore.

Selain sholat Id, lanjut Ipuk, diatur juga malam takbiran di masjid maksimal 10 persen dari kapasitas masjid atau musala. Dan, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin menegaskan SE Gubernur Jatim sangat dibutuhkan untuk menghindari penularan Covid-19.

“Kami ingin menggugah kita semua. Tradisi jabat tangan setelah salat Id Lebaran tahun ini jangan dilakukan. Juga tidak usah unjung-unjung dan open house.  Selesai sholat, kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga terdekat. Silaturahim dilakukan secara virtual,” imbaunya.

Ketua MUI Banyuwangi, KH Mohammad Yamin menuturkan keputusan yang diambil pemerintah harus didukung untuk kemaslahatan bersama. “Keputusan pemimpin daerah adalah ketetapan yang tidak bisa diperdebatkan. Ini adalah upaya-upaya yang harus kita patuhi bersama. Di saat kita masih melaksanakan sholat Id, namun di sisi lain kita juga sedang menanggulangi Covid-19,” ujarnya. (wir)