Banyuwangi, (bisnissurabaya) – Masa pandemi tak menyurutkan Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, berinovasi. Menghindari kerumunan, pemkab setempat meluncurkan layanan uji kir online. Pemohon tak harus antre. Pembayaran dan pendaftaran seluruhnya dilakukan secara online.

Selain memudahkan warga, layanan ini mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Layanan ini kita namakan Bayar dan Daftar Uji Kir dari Rumah (Bayu Arum). Masyarakat kita dorong mengurus uji kir kendaraan dari rumah, sehingga memperpendek waktu pengurusan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Banyuwangi, Senin (10/5) siang.

Lewat inovasi ini, pendaftaran dan pembayaran dilakukan secara non tunai. Sehingga, tidak ada kontak langsung antara petugas dan pemohon. Proses pengurusan juga cepat, tidak ribet.

“Di tengah pandemi, inovasi ini menjadi salah satu solusi mengurangi resiko penularan Covid-19. Masyarakat tidak perlu lagi mengantri dan kontak langsung saat pembayaran, sehingga praktis dan aman,” tegas Ipuk.

Pihaknya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) membuat inovasi di masa Covid. Tujuannya, menghindari kontak langsung petugas dan masyarakat. Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwi Yanto menjelaskan layanan uji kir online sudah berlaku sejak 20 April 2021.

Menurut dia, setelah pendaftaran teregristrasi melalui link, pemohon bisa langsung membayar biaya uji kir melalui aplikasi. Lalu, bukti pembayaran ditunjukkan di ponsel android ketika membawa kendaraan ke kantor uji kir.

“Pemohon tinggal datang sesuai jadawal yang dipilih ketika mendaftar. Jadi, sangat praktis dan cepat,” tegasnya. (wir)