Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Malam takbir serangkaian Idul Fitri di Banyuwangi, Rabu (12/5) malam, mendapat pengamanan ketat dari Satgas Covid-19. Kegiatan malam takbir di masjid dibatasi maksimal 10 orang.

Lalu, tidak ada takbir keliling. Personel gabungan menjaga sejumlah titik dan melakukan penyekatan kegiatan masyarakat di malam takbir. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin menegaskan pengamaman malam takbir berlanjut dengan pengamanan kegiatan Idul Fitri, Kamis (13/5) pagi.

“Kami fokus ke masyarakat agar tidak melakukan kerumunan di luar masjid atau di luar rumah,” tegasnya. Jika ditemukan kerumunan warga, lanjut Arman, pihaknya akan memberikan teguran dan edukasi.

Jika mambandel, dilakukan pembubaran. Selian itu, dilakukan juga pembatasan kendaraan di sebuah wilayah atau desa. Tujuannya, mengantisipasi kerumunan dan kemacetan. “Jika ada penumpukan kendaraan, petugas wajib memutar balik kendaraan,” jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa tetap sehat di masa pandemi. Caranya, mengikuti arahan petugas di lapangan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, memberikan dukungan penuh bagi personel gabungan dalam mengamankan perayaan Idul Fitri.

Orang nomor satu di Banyuwangi ini berharap tidak ada penularan Covid dengan kerja keras petugas di lapangan. “Perjuangan tim gabungan ini untuk menjaga kita terhindar dari penulatan Covid. Warga kami minta patuh,” pungkas Bupati yang baru dua bulan dilantik ini. (wir)