Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Masa pandemi, kaum perempuan banyak menjadi korban perosalan ekonomi. Namun, di Jawa Timur/Jatim, selama pandemi, kaum perempuannya justru semakin produktif.

Hal ini didorong munculnya inspirasi ketika perempuan lebih banyak di rumah karena pandemi. “Justru saat pandemi, perempuan yang notebene adalah ibu rumah tangga kebanyakan menemukan hal yang sebelumnya tidak terbayangkan. Misalnya, karena suami dirumahkan, atau di PHK faktornya. Mereka yang banyak menghabiskan waktu di rumah, banyak muncul berbagai inspirasi (untuk melakukan ide usaha),” kata Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak, Senin (24/5).

Menurut Arumi, perempuan yang semula hanya sebatas konsumen dan menjadi bendahara rumah tangga, di masa pandemi justru menjadi pelaku usaha. Bahkan, kata dia, sosok perempuan sudah mulai menjadi penentu ekonomi keluarga.

“Bukan hanya menjadi pelaku usaha, namun banyak juga solidaritas antarperempuan yang berkolaborasi sesama perempuan, untuk membuka peluang usaha diberbagai sektor,” terang Arumi, yang juga sebagai Ketua Dekranasda Jatim tersebut. Fenomena ini, lanjut dia, justru menguntungkan Dekranasda Jatim dengan membentuk kultur usaha UMKM yang kreatif dan cepat menangkap respon. Dampaknya, pelaku UMKM di Jatim makin berkembang.

Ditambahkan, di masa pandemi, Dekrasnada Jatim terus membimbing dan memfasilitasi para pelaku UMKM. Diantaranya, surat izin, quality control, serta ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Ini prioritas kami di masa pandemi, agar mudah melahirkan UMKM baru saat pandemi,” imbuhnya. Apalagi, di masa pandemi para pelaku UMKM menjadi tulang punggung perekonomian di Jatim. Sehingga, mereka diprioritaskan mendapatkan berbagai program ekonomi. (bw)