Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) mengimbau warga tidak takut mengikuti vaksinasi massal. Sebab, kejadian KIPI yang diduga terkait vaksin AstraZeneca ternyata tak terbukti.

Ketua Komnas KIPI, Prof. Dr dr Hindra Irawan Satari, Sp.A (K)., M.TropPaed., menegaskan pihaknya telah membandingkan hasil uji klinik vaksin  AstraZeneca. Sehingga, bisa diambil kesimpulan atas kejadian tersebut. Kasus KIPI terakhir yang sudah kami investigasi, setelah mengkaji data rekam medis pasien,  dan pemeriksaan laboratorium, bisa disimpulkan kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain.

‘’Jadi, tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca,’’ kata Prof Hindra, pada Dialog Produktif yang  diselenggarakan KPCPE, Selasa (25/5). Menurut dia, proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I-III vaksin tersebut.

Karena itulah AstraZeneca aman digunakan. Hal ini diperkuat Ketua Komda PP KIPI Provinsi DKI Jakarta, dr. Ellen Sianipar, Sp.A(K),. Sampai kini, kata dia, KIPI yang ditemukan khususnya di DKI Jakarta masih bersifat ringan seperti demam yang kemudian bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari.

”Sebelumnya AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI dan Polri sejak akhir Maret lalu dan aman,” tegasnya. Bagi masyarakat umum, kata dia, vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca. Pihaknya berharap masyarakat masih percaya dengan vaksin tersebut.

Gejala-gejala yang perlu diperhatikan diantaranya sakit kepala,  penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai. ‘’Kalau itu terjadi lebih baik segera melapor supaya bisa diberi petunjuk apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak,’’ terangnya.

Ia menyatakan, jika masyarakat jujur mengatakan ada masalah kesehatan, akan sangat membantu sebelum divaksin. Apabila sakit, sebaiknya berobat terlebih dahulu sebelum divaksinasi. Karena vaksinnya takutnya nanti mubazir di dalam tubuh,  sehingga tidak efektif membentuk  antibody, tegasnya.

Akibat lainnya, apabila seseorang jatuh sakit dan diduga terkait vaksinasi bisa memperlama program vaksinasi. Pakar imunisasi, dr Jane Soepardi, MPH., Dsc, mengatakan vaksin AstraZeneca yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

‘’Jumlah kasus global saat ini pun sudah mulai menurun karena adanya program vaksinasi global saat ini. Kasus Covid-19 seperti di Amerika dan Eropa yang dulunya tinggi,  kini sudah turun,’’ terangnya. Meski divaksin, pihaknya mengimbau masyarakat tetap ketat menerapkan protokol kesehatan. (bw)