Probolinggo, (bisnissurabaya.com) – Sektor perikanan menjadi salah satu pendorong ekonomi di Jawa Timur (Jatim) di masa pandemi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengimbau para nelayan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari Covid. Sehingga, sektor perikanan tetap tumbuh di masa pandemi.

“Sektor perikanan termasuk tiga besar komoditas eksport Jatim. Saat pandemi Covid tetap bertahan. Nilai tukar nelayan juga positif. Dan yang sangat penting sektor perikanan ini padat karya. Karena itu, para nelayan kita imbau tetap patuhi prokes agar bisa bekerja dengan normal,’’ kata Khofifah disela meninjau bongkar muat ikan hasil tangkap di PPP  Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (24/5).

Menurut dia, jika APBD digunakan untuk pembenahan dan perbaikan pelabuhan, akan mempercepat manfaat bagi masyarakat. Apalagi, di masa pandemi. Ditambahkan, maksimalisasi daya guna pada PPP Mayangan dengan bersinergi bersama Tempat Pelelangan Ikan (TPI) milik Pemkot Probolinggo akan mendongkrak perekonomian Jatim di masa pandemi.

Khofifah menambahkan, maksimalisasi utilitas PPP Mayangan  ini penting karena di saat pandemi nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan/NTN tumbuh positif di Jatim. Artinya sektor perikanan tetap tumbuh positif saat pandemi Covid.

Berdasarkan data BPS Jatim, NTN Jatim bulan Januari 2021 naik 0,35 persen dari 96,26 di bulan Desember 2020 menjadi 96,60 di bulan Januari 2021. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 0,58 persen, lebih besar daripada indeks harga yang dibayar nelayan yang naik sebesar 0,23 persen.

Dari data ini, lanjut Khofifah, pihaknya akan melakukan berbagai langkah memaksimalkan daya manfaat PPP Mayangan. Mulai pengerukan, penambahan breakwater hingga akses listrik untuk bongkar muat. Selain perikanan, lanjut Khofifah, pihaknya terus menerus menyisir berbagai sektor yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

Sehingga, masyarakat bisa merasakan pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (bw)