Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Aktivis 98, melaporkan pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur/Jatim ke polisi. Mereka melaporkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, serta Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono atas dugaan kerumunan dalam pesta ulang tahun tersebut di masa pandemi covid-19.

Aktivis ini juga melaporkan dugaan gratifikasi penggunaan anggaran APBD dalam pesta ulang tahun tersebut. Dengan membawa bukti foto print tangkapan layar video pesta ulang tahun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang digelar Rabu (19/5) lalu, sekelompok warga yang mengatasnamakan aktivis 98 mendatangi SPKT Polda Jatim, untuk melaporkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, serta Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, dalam kasus dugaan kerumunan dalam pesta ulang tahun tersebut.

Dalam laporan ini, aktivis 98 beserta pengacaranya melaporkan Gubernur Jatim, beserta wagub Jatim dan Sekdaprov Jatim atas pelanggaran pasal 14 ayat 1 dan ayat 2, U-U Nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 9, UU No 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan atau pasal 216 KUHP sewaktu menggelar pesta ulang tahun di masa pandemi covid-19.

“Selain kerumunan, kami juga melaporkan dugaan gratifikasi menggunakan dana APBD Pemprov Jatim untuk pesta ulang tahun tersebut,” kata Pengacara Pelapor, Ari Hans Simaela, di Surabaya Senin (24/5).

Dalam laporan ini, pelapor yang mengatas namakan kelompok aktivis 98 membawa sejumlah bukti, video viral pesta ulang tahun Gubernur, dan tangkapan layar video pesta ulang tahun Gubernur Jatim di Grahadi Surabaya 19 Mei 2021 lalu. (feri/stv)