Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menghadapi liburan lebaran, Rumah Sakit Lapangan Indrapura/RSLI Surabaya tetap siaga dan melakukan beberapa antisipasi adanya peningkatan atau lonjakan pasien covid – 19.

Diantaranya, RSLI sudah menyiapkan jumlah kapasitas tempat tidur 400 bed pasien dan sarana prasarana yang akan ditingkatkan apabila terjadi lonjakan. ‘’Menghadapi libur lebaran, pihak rumah sakit sudah menyiapkan beberapa antisipasi dan sudah diprediksi akan ada peningkatan pasien. Diambil dari pengalaman sebelumnya di bulan Desember, liburan Natal dan Tahun Baru ada peningkatan hingga 200 persen,’’ kata Kepala RSLI  Surabaya, Laksamana Pertama Dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, di Surabaya Senin (17/5).

Antisipasi adanya peningkatan atau lonjakan untuk menghadapi libur lebaran RSLI sudah menyiapkan, seperti menyediakan 400 bed pasien, dan sarana prasarana, hingga menyiapkan alat pertolongan pertama. Berupa oksigenasi pada pasien yang saturasi (kekurangan oksigen) sewaktu-waktu. baik dalam skala ringan, sedang, hingga berat sekalipun.

Pada bagian lain, Nalendra, bercerita ada wisuda ke-321 yang diselenggarakan oleh RSLI menggenapi sejumlah 7.002 penyintas covid-19 yang sudah diluluskan dari total 7.326 pasien yang masuk dan ditangani RSLI.

‘’Selama lebih dari sebelas bulan beroperasi, RSLI telah melakukan berbagai upaya maksimal mungkin dalam penanganan pasien covid-19. Upaya tersebut, membuahkan hasil berupa tingkat kesembuhan yang cukup tinggi. Yaitu 96,23 persen, tertinggi di Jatim jauh diatas rata-rata angka kesembuhan Jatim 77,53 persen dan nasional 91,3 persen, dengan angka kematian 1 orang (terendah di Indonesia),” kata Nalendra, sambil menjelaskan, RSLI telah berkontribusi kesembuhan covid-19 sebesar 0,45 persen nasional, 5,09 persen Jatim dan 31,53 persen Surabaya.

Sesanti Wilujeng, salah satu pasien asal Surabaya mendapatkan kabar baik setelah dirawat sepuluh hari dari RSLI Surabaya, akibat mengidap positif covid – 19 dan dinyatakan sembuh. Sesanti, merupakan pasien ke-7000, sudah dinyatakan sembuh oleh dokter penanggung jawab pasien RSLI dan bersama dua pasien lainnya menjalani prosesi wisuda ke-321.

Ia merasa sangat senang bisa wisuda setelah menjalani perawatan selama 10 hari di RSLI keinginannya untuk bisa merayakan idul fitri di rumah bersama keluarga, dapat terwujud dan  bisa berlebaran bersama keluarga. (bw)