Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menjelang pembelajaran tatap muka/PTM, para guru SMU/SMK dan SLB di Jawa Timur/Jatim akan diprioritaskan mendapatkan vaksinasi. Targetnya, saat PTM digelar 5 Juli mendatang, seluruhnya sudah mendapatkan vaksin.

Meski begitu, ketika mengajar, para guru tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya, selalu menggunakan masker selama di sekolah. Selain guru, para pendidik di pondok pesantren juga diprioritaskan mendapatkan suntikan vaksin.

“Jelang PTM, kami minta kepala daerah memberikan prioritas bagi para guru SMA/SMK dan pesantren. Sehingga ketika tatap muka, sudah tervaksin,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ketika rapat kerja secara virtual dengan Kepala Daerah se-Jatim, Selasa (18/5) siang.

Dijelaskan,  total guru dan tenaga pendidik di Jatim  berjumlah 108.694 orang. Dari jumlah ini, baru  55,18 persen  yang mendapatkan vaksin tahap pertama. Sedang tahap kedua, masih sebanyak 35,60 persen.

Selain memprioritaskan vaksinasi, Khofifah, meminta Bupati/Walikota menyiapkan persiapan PTM. Namun, pelaksanaan PTM tetap meminta persetujuan masing-masing orang tua murid. “Kami juga meminta Kadis Pendidikan mengantisipasi kemungkinan penolakan vaksin oleh tenaga pendidik,” tegasnya.

Menurut Khofifah, vaksinasi ke para guru harus menyeluruh. Artinya, kata dia, sekolah internasional juga wajib diberikan akses vaksinasi. Jika kekurangan dosis, akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi.

Ketersediaan vaksin yang tersebar di kabupaten/kota mencapai 2.416.402 dosis. Tersebar di 3000 fasilitas kesehatan. “Jika dikurangi dengan dosis kedua, ada sekitar 1.550.456 dosis yang tersimpan, setelah pemenuhan dosis kedua,” jelasnya.

Dari jumlah ini, lanjutnya, jika ada 50 persen guru yang sudah tervaksinasi, berarti masih ada sekitar 50.000 yang belum mendapatkan vaksin. Pihaknya bisa menggunakan sisa vaksin 1,5 juta  untuk mendahulukan vaksinasi para guru dan lansia. Pihaknya berharap vaksinasi guru bisa seperti vaksinasi tenaga kesehatan. Sehingga, menjadi modal yang baik dalam menggelar PTM, 5 Juli mendatang. (bw)