Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Wisatawan yang akan berlibur ke Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur/Jatim, sebaiknya membatalkan perjalanan. Pemkab setempat tegas menolak wisatawan yang akan berlibur ke kabupaten ini.

Khawatir memicu kluster baru penyebaran Covid, seluruh akses masuk bagi wisatawan diperketat. Bagi yang kedapatan membawa KTP luar daerah akan arahkan putar balik. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, menegaskan pihaknya melarang warga yang akan berwisata ke Kabupaten Mojokerto.

Kebijakan ini, kata dia, untuk mengajak masyarakat mematuhi aturan pemerintah pusat. Yakni, tidak bepergian ke luar kota selama libur Lebaran. Tidak hanya wisatawan, pemudik yang akan masuk ke Kabupaten Mojokerto juga ditolak.

“Aturan sudah tegas dan jelas. Bagi masyarakat yang tidak satu rayon atau aglomerasi, terpaksa diminta kembali. Yang diizinkan masuk, hanya yang satu aglomerasi. Aturan ini benar-benar harus ditegakkan secara ketat,” kata Bupati Ikfina, disela meninjau sejumlah fasilitas penanganan Covid di Mojokerto, Sabtu (15/5) siang.

Ditambahkan, pengetatan wisatawan juga berlaku di seluruh obyek wisata di kabupaten ini. Seluruhnya wajib memperketat protokol kesehatan. Pengelola dan pengunjung wajib bermasker, selalu cuci tangan dan menjaga jarak.

Jumlah kunjungan juga dibatasi. Maksimal, 50 persen dari jumlah kuota. Pihaknya khawatir, libur Lebaran dan akhir pekan angka kunjungan akan melonjak. “Kalau wisata milik Pemda masih aman untuk pegunjung. Masih di bawah 50 persen dari kapasitas sesuai aturan. Yang perlu diawasi ketat obyek wisata milik swasta,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Bupati, wilayahnya masuk zona hijau dan kuning. Kondisi ini diharapkan tidak berubah ke zona oranye, bahkan merah. “ Kalau sampai itu terjadi, seluruh wisata terpaksa kami tutup. Kami akan transparan, tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh pengelola wisata bisa bekerjasama mengantisipasi munculnya kluster Covid. Tak hanya obyek wisata, fasilitas kesehatan di Mojokerto disiagakan penuh mengantisipasi adanya pasien Covid.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan pihaknya beruapaya keras mempertebal pelaksanaan protokol kesehatan di Mojokerto. Salah satunya, melakukan sistem buka tutup lalu lintas menuju kawasan wisata. Sehingga, tak terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi memicu kerumunan. “Sejak dini, pengetatan prokes kita lakukan. Jadi, jangan sampai ada penumpukan kendaraan,” paparnya, Minggu (16/5) siang. (bw)