Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Tradisi tarian Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, ditiadakan tahun ini. Penyebabnya, ritual adat tersebut berpotensi memicu kerumunan massa.

Karena masa pandemi, kegiatan ini hanya mendapatkan izin sehari dari Polresta Banyuwangi. Panitia dan sesepuh adat memutuskan tarian Seblang yang biasanya dipentaskan tujuh hari terpaksa tidak digelar.

Sedianya, tradisi Seblang digelar mulai 17-23 Mei. Bahkan, panitia dan para tokoh adat sudah menyiapkan pentas dan ubo rampe kegiatan. Berbagai perlengkapan sesaji dipasang.

Izin yang turun dari Polresta Banyuwangi hanya sehari. Padahal, tradisi Seblang harus tujuh hari. “Karena tak ingin beresiko, sesepuh adat memutuskan tidak menggelar tarian Seblang,” kata Kepala Desa Olehsari, Joko Muklis di kantor desa setempat, Senin (17/5) siang. Meski tarian Seblang diliburkan, para sesepuh adat tetap menggelar ritual inti.

Diantaranya, selamatan di rumah penari Seblang, pawang Seblang, perias Seblang dan makam keramat Ki Buyut Ketut. Jadi, jika tradisi tarian Seblang hanya digelar sehari, akan beresiko bagi penari. “Ini keyakinan secara adat,” tegasnya. Ketua Adat Olehsari Akuwan menuturkan, tradisi Seblang menjadi ritual turun temurun. Warga adat tak berani meninggalkannya.

Dahulu, tradisi ini pernah dilarang oleh kades setempat. Dampaknya, sang kades sakit-sakitan. Itu yang pernah terjadi. “Kalau sekarang hanya diberikan izin sehari, kami tak berani ambil resiko,” ujarnya. Senada diungkapan tokoh warga setempat, Eko Sukartono. Menurutnya, panitia sudah menyiapkan berbagai sarana tradisi Seblang.

Lalu, pada H-1 kegiatan, muncul izin hanya digelar sehari. Sebenarnya, lanjut Eko, lokasi ritual bisa dibiat steril dan terbatas dari kerumunan massa. Tahun lalu, tradisi Seblang juga bisa digelar terbatas selama tujuh hari. Tradisi Seblang adalah upacara selamatan desa.

Warga menggelar tarian yang diperankan penari yang masih gadis. Penari akan menari dalam kondisi kesurupan selam tujuh hari. Tradisi ini diyakini sebagai penolak balak. (wir)