Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tidak selamanya sel tahanan selalu identik terlihat menyeramkan, karena di tempat itu para pelaku tahanan berkumpul. Namun, ternyata justru di tahanan di salah satu polsek di Surabaya terlihat berbeda. Suara adzan dan mengaji selalu terdengar setiap hari.

Beginilah suasana sel tahanan Polsek Sukolilo. Setiap sore selalu terdengar beberapa tahanan melantunkan ayat Al Qur’an. Suasana ini tercipta setelah Aminudin (56) yang menjadi penghuni sel karena kasus penganiayaan ringan atau penusukan ini mengajar ngaji pada tahanan lainnya.

Hal ini dilakukan setiap sore setelah selesai sholat Ashar, sembari menunggu apel malam. Para tahanan ada yang belajar mengaji, mulai dari nol. Seperti membaca iqro sampai Al Qur’an, serta melakukan sholat berjamaah.

Aminudin yang sebelumnya juga menjadi Marbot Masjid di Nginden ini, menyatakan, kondisi kejiwaan para tahanan selama dalam sel tahanan sangat labil dan stres mereka cukup tinggi. Sehingga ia menyadari terkadang mood untuk belajar mengaji juga naik turun.

Karena itu, ia tidak pernah memaksa atau menekan mereka untuk belajar mengaji. Pria yang sehari-hari berdagang ayam di pasar ini tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi penghuni sel tahanan. Hanya demi mempertahankan martabatnya sebagai suami, karena sang istri telah berselingkuh dengan seorang pria yang pernah di tolongnya.

Kekhilafan bapak lima anak ini mencapai puncaknya saat ia mengetahui sendiri, istrinya keluar dari tempat tinggal pria yang merusak keharmonisan rumah tangganya yang sudah puluhan tahun dibina nya bersama sang istri.

Pisau lipat yang digunakan untuk filet ayamnya yang ada di sakunya menjadi alat pelampiasan emosi. Ia pun menusukkan pisau lipat pada pria tersebut yang tidak tahu terima kasih itu. Namun justru hal ini lah yang akhirnya membuat aminudin menjadikan tersangka kasus penganiayaan dan mendekam di balik jeruji besi.

“Apa yang saya lakukan di dalam sel tahanan ini hanya ingin mengajak kebaikan kepada orang lain agar sama-sama menjadi orang baik, berguna di dunia dan akherat,” kata Aminudin, di Surabaya Kamis (14/5).

Bahkan Aminudin selalu memberi motivasi pada para tahanan lainnya, agar tidak putus asa dalam penjara. Karena banyak orang yang berhasil setelah keluar dari penjara.

“Penjara bukan akhir dari segalanya namun awal dari kehidupan,” ujarnya. Selain itu ia juga meminta agar para tahanan selalu banyak berdoa karena hanya doalah yang bisa menembus ke alam yang lain. Sementara itu, pihak polsek sukolilo, sangat mengapreasiasi apa yang dilakukan Aminudin. Diharapkan apa yang dilakukan aminudin ini bisa meningkatkan tingkat keimanan, kerohanian serta mental para tahanan agar tidak berbuat nekat, atau berfikir aneh aneh.

Justru mereka menjadi sadar akan kesalahannya, dan memohon ampunan kepada tuhan. Nantinya apa yang diajarkan aminudin ini bisa tertanam dan menjadi kebiasaan rutin bagi tananan lainnya. (agung/stv)