Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pada saat perayaan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia/PMI dari Singapura masih menjalani masa karantina. Yakni, 15 orang karantina di Asrama Haji Surabaya, sedangan 9 orang atas permintaan sendiri melakukan karantina di hotel.

Rini Subeksi, PMI asal Tulungagung, mengatakan, sejak 2006 dirinya bekerja di luar negeri sebagai pengurus rumah tangga dan baru lebaran tahun ini bisa pulang ke tanah air.

“Meski harus menjalani masa karantina dulu, tetapi lebaran tahun ini sangat senang, karena bisa berkumpul dengan keluarga. Sudah hampir tiga tahun, baru lebaran kali ini bisa mudik lebaran,” katanya.
Perempuan berusia 51 tahun ini mengatakan, menjadi PMI di negeri orang selain bisa membantu biaya rumah tangga juga bisa menambah pengalaman.

“Saya merasa betah bekerja di sana, karena merasa lebih terjamin juga tertib. Tidak terasa sudah hampir 15 tahun saya bekerja di sana,” katanya. Sebagai informasi, data dari Sekretariat Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya (KKP), penjemputan dari daerah asal hari ini sebanyak 121 dengan rincian sebagai berikut. Kota Blitar sebanyak 3 orang, Kota Kediri 1 orang, Kota Surabaya 2 orang, Kab. Bangkalan 9 orang, Banyuwangi 3 orang, dan Kab Blitar 3 orang.

Sedangkan dari Bojonegoro sebanyak 3 orang, Gresik 2 orang, Jember 7 orang, Jombang 2 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, Lumajang 1 orang, Kabupaten Madiun 1 orang, Magetan 2 orang, Kabupaten Malang 6 orang, Pacitan 1 orang, Kabupaten Pasuruan 1 orang, Pamekasan 23 orang, Ponorogo 5 orang, Kabupaten Probolinggo 9 orang, Sampang 18 orang, Sumenep 8 orang, Trenggalek 1 orang, Tuban 4 orang dan Tulungagung 4 orang. (bw)