Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Beredar pesan berantai di aplikasi pesan whats-app yang menyebut jumlah kasus Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur/Jatim serta keterangan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ledakan kasus di Jatim. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Benny Sampirwanto, memastikan kabar tersebut adalah hoax. Menurut dia, faktanya hingga kini tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan soal perkiraan ledakan kasus tersebut.

Jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan gugus tugas Covid-19 Jatim, yang menyebutkan kasus positif, kasus meninggal, dan kasus sembuh. Pesan sejenis juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip, hanya fokus wilayahnya berbeda. Misalnya, beredar di Jawa Tengah dan Serang, Banten.

Ia menjelaskan, berdasarkan data peta sebaran Covid-19 di Jatim yang dirilis tiga hari terakhir sejak 11 Mei 2021, terlihat kasus covid-19 di Jatim relatif stabil. Pada 11 Mei, misalnya, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 257 orang pasien. Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 193 orang dan pasien meninggal 31 orang.

Kemudian pada 12 Mei 2021, tercatat penambahan kasus baru pada hari itu sebanyak 248 orang pasien. Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 224 orang dan pasien meninggal 22 orang. Sedangkan, pada 13 Mei, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 148 orang pasien. Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 151 orang dan pasien meninggal 11 orang.

Terkait sebaran zonasi, tambah mantan Karo Humas dan Protokol Pemprov Jatim ini, di Jawa Timur sudah tidak ditemukan wilayah dengan zona merah, tetapi zona orange dan kuning. Sebanyak 26 kabupaten/kota di Jatim kategori zona orange. Sedangkan zona kuning tercatat sebanyak 12 Kabupaten/kota, yakni Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Tuban, dan Jember. (bw)